SiaranNusantara – Indonesia berduka atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB. Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 90 tahun. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan mantan Kepala RSPAD Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya.
Kepergian tokoh militer dan negarawan ini menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kesehatan Try Sutrisno menurun karena faktor usia. Beliau diketahui telah menjalani perawatan intensif di RSPAD sejak 16 Februari 2026 akibat penurunan selera makan sebelum akhirnya kondisi kesehatannya kian memburuk pada Senin pagi.
Rekam Jejak dan Dedikasi Militer-Politik Try Sutrisno
Try Sutrisno merupakan salah satu figur wakil presiden yang memiliki latar belakang militer yang sangat kuat. Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, kariernya mulai bersinar sejak terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1974. Kedekatannya dengan pucuk pimpinan nasional tersebut membawanya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan TNI, mulai dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) hingga akhirnya terpilih sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
Selama menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang disiplin dan loyal. Beliau menjadi jembatan antara kepentingan militer dan sipil dalam struktur pemerintahan Orde Baru. Purna tugas sebagai Wapres pada 1998, dedikasinya terhadap ideologi negara tetap berlanjut melalui perannya sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sejak tahun 2017.
Kehilangan Tokoh Bangsa dan Penghormatan Negara
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa negara akan memberikan penghormatan terbaik bagi mendiang Try Sutrisno. Pihak Sekretariat Negara bersama Garnisun telah diperintahkan untuk mengawal seluruh prosesi pemakaman secara kenegaraan. Sesuai rencana keluarga, jenazah akan dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin siang.
Kepergian beliau meninggalkan warisan berupa keteladanan dalam integritas dan kesetiaan terhadap Pancasila. Masyarakat dan para tokoh bangsa mengenang beliau sebagai sosok yang sederhana namun tegas dalam prinsip. Upacara pemakaman di TMP Kalibata diprediksi akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara serta tokoh-tokoh veteran sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya dalam menjaga kedaulatan serta ideologi bangsa selama lebih dari lima dekade pengabdian.(put)











