SiaranNusantara – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, S.H., M.H., melaksanakan agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Banyuasin sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan daerah. Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2026 tersebut, menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumsel untuk meninjau langsung progres pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan formal yang dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, terungkap bahwa Kabupaten Banyuasin menunjukkan tren positif dalam pemulihan pascapandemi dan stabilitas wilayah. Kehadiran Gubernur Herman Deru di tengah masyarakat Banyuasin juga ditandai dengan aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai simbol kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Pertumbuhan Ekonomi 5,40 Persen dan Dominasi Sektor Pertanian
Bupati Banyuasin, Askolani, dalam laporannya di hadapan Gubernur Sumsel mengungkapkan bahwa kondisi Kabupaten Banyuasin saat ini dalam keadaan aman dan terkendali meskipun memiliki masyarakat yang majemuk. Salah satu capaian yang menonjol adalah pertumbuhan ekonomi Banyuasin yang merangkak naik ke angka 5,40%. Angka ini dianggap mencerminkan keberhasilan sinergi antara kebijakan hilirisasi produk lokal dengan stabilitas daya beli masyarakat.
Sektor pertanian kembali menjadi tulang punggung utama dengan laporan adanya peningkatan produksi pertanian yang signifikan. Askolani menekankan bahwa prestasi Banyuasin di kancah nasional tidak lepas dari dukungan finansial dan kebijakan yang dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel. Namun, pihaknya menegaskan masih memerlukan asistensi berkelanjutan dari Gubernur untuk melanjutkan proyek-proyek strategis di tahun anggaran mendatang.
Penguatan Silaturahmi sebagai Wadah Penyelesaian Masalah Daerah
Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang hadir didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj. Febrita Herman Deru, memberikan apresiasi atas banyaknya pembangunan dan prestasi yang telah diraih Banyuasin. Menurut Gubernur Sumsel, agenda Safari Ramadhan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan metode jemput bola untuk mengetahui setiap permasalahan yang ada di tingkat kabupaten secara langsung melalui dialog informal saat berbuka bersama.
“Buka bersama di luar (kediaman dinas/rumah) memiliki nilai silaturahmi yang tinggi. Ini menjadi wadah bagi kami untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi atas tantangan pembangunan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Banyuasin,” jelas Herman Deru. Ia juga mengingatkan agar Forkopimda Banyuasin tetap menjaga kondusivitas wilayah guna memastikan iklim investasi dan produktivitas pertanian tetap terjaga sepanjang tahun 2026.
Keberhasilan Banyuasin menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,40% dan meningkatkan produksi pertanian menjadikannya salah satu penyangga pangan nasional di wilayah Sumatera. Sinergi antara Gubernur dan Bupati dalam pembagian wewenang anggaran diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam memangkas birokrasi pembangunan infrastruktur pedesaan.(put)










