SiaranNusantara – Pemerintah Kabupaten Banyuasin resmi memulai rangkaian Safari Ramadhan Pemkab Banyuasin untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Pembukaan perdana ini dilaksanakan di Masjid Agung Al-Amir, Pangkalan Balai, pada hari Senin, tanggal 23 Februari 2026, sebagai sarana memperkuat silaturahmi sekaligus instrumen pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi pelayanan publik secara langsung.
Kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Netta Indian, S.P, serta didampingi Sekda Ir. Erwin Ibrahim, S.T, M.M, M.B.A, selaku Ketua Pelaksana Harian Safari Ramadhan 2026. Agenda ini dijadwalkan akan menyambangi 8 kecamatan guna memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat selama bulan suci.
Pesan Keagamaan dan Transformasi Ekonomi
Bupati Askolani menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin. Ia menekankan pentingnya momentum ini untuk introspeksi diri serta meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial. Namun, di balik pesan religius tersebut, Bupati juga memaparkan perkembangan ekonomi Banyuasin yang kian kompetitif di level nasional.
“Banyuasin merupakan wilayah yang diberkahi. Sektor pertanian kita tumbuh subur dan mencatatkan peningkatan produksi beras terbesar secara nasional,” ujar Askolani di hadapan jemaah. Capaian ini menempatkan Banyuasin sebagai pilar ketahanan pangan yang diakui oleh pemerintah pusat.
Investasi Strategis Bioavtur Jepang
Daya tarik Banyuasin kini juga mulai merambah ke sektor energi terbarukan. Bupati mengungkapkan adanya ketertarikan serius dari investor asal Jepang untuk mengembangkan bioavtur di wilayah tersebut. Proyek ini sangat strategis karena diklaim sebagai pengembangan bioavtur satu-satunya di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi daerah.
“Kehadiran investor Jepang dalam pengembangan bioavtur semakin menegaskan bahwa Banyuasin memiliki daya tarik dan masa depan yang sangat menjanjikan,” tambah Askolani.
Kegiatan pembukaan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat dengan penuh khidmat. Melalui integrasi antara kegiatan keagamaan dan penyampaian progres pembangunan, Pemkab Banyuasin optimis sinergi antara pemerintah dan rakyat akan semakin kokoh demi kemajuan daerah di masa depan.(put)










