SiaranNusantara – Kabupaten Banyuasin kini resmi menyandang gelar sebagai “Raja Padi Indonesia” tepat di hari jadinya yang ke-24. Prestasi fenomenal ini membuktikan bahwa Bumi Sedulang Setudung bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan motor utama ketahanan pangan nasional yang produktivitasnya mampu melampaui sentra-sentra besar di Pulau Jawa.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, memberikan apresiasi setinggi langit saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Banyuasin, Jumat (10/4/2026). Ia menyebut Banyuasin telah mencapai fase kematangan yang luar biasa, ditandai dengan angka kemiskinan yang menurun drastis dalam waktu singkat.
Bagi Herman Deru, keberhasilan Banyuasin menjadi penyuplai beras nomor tiga terbesar di Indonesia adalah rapor biru bagi kepemimpinan daerah. Ia berharap capaian ini tidak berhenti di sektor pertanian saja, tapi juga merambah ke sektor industri yang lebih luas.
Magnet Investasi Global dan Pelabuhan Tanjung Carat
Herman Deru memprediksi masa depan ekonomi Banyuasin akan semakin menyala seiring kemajuan Pelabuhan Tanjung Carat. Infrastruktur strategis ini diharapkan mampu mendongkrak geliat ekspor dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal secara masif untuk menekan angka pengangguran.
Keberadaan pelabuhan ini akan menjadi pintu gerbang investasi dunia yang langsung menyentuh tanah Banyuasin. Dengan sinergi yang tepat, sektor industri dan jasa di daerah ini dipastikan akan berkembang jauh lebih pesat dibandingkan dua dekade sebelumnya.
Resmi Jadi Produsen Padi Peringkat 1 Nasional
Bupati Banyuasin, H. Askolani, mengungkapkan fakta membanggakan bahwa per Februari 2026, Presiden secara resmi menobatkan Banyuasin sebagai kabupaten peringkat pertama produsen padi terbesar di Indonesia. Gelar ini adalah kado terindah bagi seluruh masyarakat Banyuasin di usia perak mereka.
Saat ini, Banyuasin tengah menjadi incaran investor asing untuk membangun berbagai pabrik strategis, mulai dari bio avtur hingga pakan ternak. Transformasi ini menunjukkan bahwa Banyuasin siap bangkit secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi dan modal internasional.
Meski prestasi melambung tinggi, Herman Deru tetap berpesan agar pelayanan publik di Banyuasin tetap ramah dan inovatif. Ia ingin aparatur pemerintah menjaga pendekatan humanis agar kesadaran masyarakat dalam membangun daerah—termasuk taat pajak—tetap terjaga dengan baik.(put)















