SiaranNusantara – Kota Palembang kembali membuktikan taringnya di kancah nasional sebagai pusat strategis pelaksanaan agenda-agenda besar keprofesionalan tanah air. Tidak tanggung-tanggung, bumi Sriwijaya kali ini sukses mencetak sejarah baru dengan memenangkan kepercayaan penuh untuk menjadi pusat perhimpunan para pakar konstruksi se-Indonesia.
Momentum berharga ini ditegaskan saat Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, membuka secara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sumatera Selatan. Agenda akbar ini digelar dengan sangat produktif bertempat di Hotel Aryaduta Palembang pada Senin siang (25/05/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar ajang pergantian pengurus internal tingkat daerah untuk masa bakti 2026–2030 saja. Lebih dari itu, forum tertinggi tingkat provinsi ini menjadi langkah awal pemanasan sebelum Sumsel menyambut ribuan delegasi dari seluruh penjuru nusantara akhir tahun nanti.
Palembang Singkirkan Belasan Provinsi di Indonesia
Ketua DPP Inkindo Sumsel, Ir. Erza Nandana Sembiring, mengungkapkan rasa bangganya yang luar biasa atas pencapaian kolektif organisasi di bawah kepemimpinannya. Untuk pertama kalinya sejak organisasi bentukan tahun 1979 ini berdiri, Sumatera Selatan dipilih secara mutlak oleh 17 provinsi lain untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Inkindo mendatang.
Dipilihnya Kota Palembang sebagai lokasi pelaksanaan Munas pada Desember 2026 nanti menuntut kesiapan sarana fisik dan kekompakan penuh dari para anggotanya. Oleh karena itu, Musprov kali ini difokuskan penuh untuk merapatkan barisan agar nama baik Sumatera Selatan terjaga di level nasional.
“Ini adalah sejarah baru bagi kita semua di bumi Sriwijaya. Sebanyak 17 Provinsi di Indonesia secara bulat memilih Kota Palembang sebagai tuan rumah Munas,” ujar Erza dengan nada bangga.
Cik Ujang Tuntut Ekosistem Konstruksi Bersih dan Adaptif
Melihat potensi besar tersebut, Wagub Sumsel Cik Ujang langsung memberikan catatan kritis dan pekerjaan rumah yang besar bagi 167 badan usaha jasa konstruksi yang bernaung di bawah Inkindo Sumsel. Dirinya menegaskan bahwa cetak biru pembangunan infrastruktur antarkabupaten/kota di Sumsel wajib naik kelas.
Cik Ujang mengingatkan bahwa tantangan era sekarang, mulai dari dinamika regulasi hingga keterbatasan anggaran, tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode kerja konvensional. Konsultan lokal dituntut mengadopsi transformasi digital agar seluruh perencanaan proyek bangunan fisik berjalan transparan dan ramah lingkungan.
“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Sudah saatnya kita bangkit bersama, mengadopsi teknologi, dan membangun ekosistem jasa konstruksi yang transparan serta adaptif,” tegas Cik Ujang di atas podium.
Langkah penyegaran ini dinilai sangat krusial agar pembangunan di Sumatera Selatan selaras dengan program Asta Cita Nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto. Perencanaan yang matang dari konsultan tepercaya akan memastikan setiap fasilitas publik yang dinikmati langsung oleh warga lokal Sumsel memiliki kualitas terbaik tanpa ada ruang untuk manipulasi.(put)










