PGK Sumsel Alarm! Vape Disalahgunakan, Masa Depan Anak Bangsa Terancam

Siarannusantara — Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sumatera Selatan (Sumsel) menilai penyalahgunaan narkoba dengan modus baru, seperti melalui vape atau rokok elektrik, sebagai bentuk “perang senyap” yang mengancam generasi muda.

Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, menegaskan bahwa jika tidak ditangani secara serius dan kolaboratif, fenomena ini akan berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia, melemahkan daya saing bangsa, hingga mengancam masa depan Indonesia.

“Dalam perspektif kebangsaan, narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan fondasi moral, karakter, dan semangat kolektif generasi penerus bangsa,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Firdaus menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, terkait semakin masifnya peredaran narkotika yang disamarkan dalam liquid vape.

“Fenomena ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi sudah berkembang menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan ketahanan bangsa,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, data BNN menunjukkan adanya 1.386 zat psikoaktif baru (New Psychoactive Substances/NPS) yang beredar secara global, dengan 175 jenis di antaranya telah teridentifikasi di Indonesia. Angka ini mencerminkan eskalasi ancaman yang semakin kompleks dan adaptif.

Firdaus juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui kebijakan Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 yang telah memasukkan etomidate ke dalam kategori narkotika golongan II. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam merespons modus baru penyalahgunaan narkoba, khususnya yang disamarkan melalui vape.

Lebih lanjut, PGK Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi segala bentuk narkoba, termasuk yang dikemas secara modern. Ia menekankan pentingnya kesadaran kritis terhadap berbagai modus baru peredaran narkotika, serta menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai benteng moral di tengah arus globalisasi.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif dalam gerakan sosial yang mendorong terciptanya lingkungan sehat, produktif, dan bebas narkoba.

Firdaus menambahkan, pihaknya mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih tegas, termasuk memperketat regulasi terhadap peredaran vape yang berpotensi disalahgunakan sebagai media narkotika.

“Kami mendukung penuh langkah-langkah tegas, termasuk regulasi yang lebih ketat sebagaimana disampaikan Kepala BNN. Ini penting untuk menutup celah penyalahgunaan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, PGK Sumsel menegaskan bahwa menjaga generasi muda dari bahaya narkoba adalah bagian dari menjaga keutuhan bangsa.

“Ini adalah tanggung jawab bersama negara, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.

(der)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *