SiaranNusantara – Gema selawat dan doa bersama tampak membubung tinggi dari sebuah lembaga pendidikan Islam di sudut kota. Momentum sakral ini berkumpul bukan sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan wujud refleksi spiritual mendalam atas perjalanan panjang sebuah provinsi besar di Indonesia.
Lautan jemaah mengenakan pakaian putih terlihat khusyuk melantunkan puji-pujian sebelum roda acara resmi digulirkan. Agenda bertajuk Sumatera Selatan Bermunajat ini diinisiasi secara khusus oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) setempat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Talang Jambe, Palembang, hari Selasa (12/05/2026).
Hadir di tengah-tengah riuhnya ribuan santri dan warga nahdliyin, Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang. Kehadiran kompak duet pemimpin daerah ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara ulama, umara, serta umat dalam mengawal jalannya pemerintahan di Bumi Sriwijaya.
Refleksi Berharga Delapan Dekade dan Catatan Keamanan Bumi Sriwijaya
Kamu yang lahir dan membesarkan keluarga di tanah Sumatera Selatan tentu patut berbangga dengan kondisi daerah yang senantiasa kondusif hingga hari ini. Dalam sambutannya yang hangat, Herman Deru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merenungi makna mendalam dari perayaan Milad ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.
Mantan Bupati OKU Timur ini menyebutkan bahwa usia delapan puluh tahun adalah pembuktian tingkat kematangan sebuah peradaban daerah. Di tengah dinamika global di mana banyak wilayah bahkan negara luar sedang didera konflik berkepanjangan, Sumsel justru tampil sebagai oase yang aman, rukun, dan damai bagi warganya.
Ia menekankan bahwa rasa aman yang dinikmati hari ini adalah nikmat terbesar yang wajib dijaga bersama secara bahu-membahu. Dirinya tidak memungkiri jika sesekali masyarakat merasa daerahnya masih tertinggal, namun ketika menengok ke belakang, pencapaian pembangunan Sumsel sebenarnya berada jauh di atas wilayah lain.
Komitmen Penuh PWNU Mengawal Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat
Sinergitas yang kokoh ini disambut hangat oleh Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH Muhammad Hendra Zainuddin Al Qodiri, di hadapan para santri. Pihaknya menegaskan bahwa keluarga besar NU akan terus berada di garda terdepan untuk menemani dan mendukung penuh setiap kebijakan strategis Pemprov Sumsel.
Kiai Muhammad Hendra Zainuddin Al Qodiri juga sempat membagikan cerita perkembangan Ponpes Aulia Cendekia yang saat ini telah dipercaya mendidik sekitar 1.300 santri dari berbagai daerah. Melalui momentum munajat akbar ini, ia berharap limpahan keberkahan dan keselamatan selalu menaungi seluruh masyarakat Sumatera Selatan di masa-masa mendatang.
Acara keagamaan yang berlangsung khidmat dan menyentuh hati ini ditutup dengan untaian doa keselamatan bagi kemakmuran daerah. Agenda besar ini juga turut diramaikan oleh kehadiran para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.











