SiaranNusantara – Riuh kebersamaan dan atmosfer spiritual yang kental menyelimuti tanah sebidang di wilayah OKU Raya saat ribuan warga berbondong-bondong memadati sebuah pelataran. Kegiatan akbar keagamaan ini tak pelak bertransformasi menjadi panggung refleksi sosial yang mempertemukan visi para pemimpin daerah dengan harapan masyarakat desa.
Di tengah kehangatan ribuan jemaah yang hadir, Gubernur Sumsel Herman Deru melangkah langsung ke lokasi acara demi bersilaturahmi dengan warga setempat. Kedatangan beliau bertepatan dengan momentum sakral Pengajian Akbar Hari Lahir ke-40 Pondok Pesantren Al Istiqomah yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di Desa Sumber Harjo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, hari Senin (11/05/2026) siang.
Melihat antusiasme masyarakat pedesaan yang masih begitu kukuh merawat tradisi berkumpul, rasa bangga terpancar jelas dari raut wajah sang gubernur. Baginya, bertatap muka secara langsung dengan rakyat di tingkat akar rumput merupakan sebuah energi tersendiri dalam mengawal roda pembangunan di Sumatera Selatan.
Sentilan Keras Modernisasi dan Tantangan Besar Mencetak Karakter Anak Desa
Kamu yang hidup di era gempuran gawai saat ini pasti merasakan betul bagaimana kemudahan komunikasi virtual perlahan-lahan mulai mengikis kepekaan sosial di dunia nyata. Hal inilah yang menjadi sorotan tajam Gubernur Sumsel Herman Deru di hadapan para tokoh agama dan ratusan santri yang mendengarkan pidatonya.
Herman Deru mengingatkan agar lompatan teknologi yang begitu cepat jangan sampai merenggut esensi sejati dari hubungan antarmanusia, yakni jabat tangan dan silaturahmi fisik. Menurutnya, tantangan terberat saat ini bukan lagi sekadar melahirkan anak-anak yang cerdas secara akademik, melainkan bagaimana menempa mental generasi muda agar memiliki fondasi akhlak yang kokoh.
Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini menegaskan bahwa mencetak anak pintar di zaman sekarang relatif mudah, namun membentuk generasi yang berani tampil dan berakhlak mulia memerlukan ketangguhan tersendiri. Di sinilah peran institusi pendidikan Islam seperti pondok pesantren dinilai menjadi benteng pertahanan terakhir yang sangat vital.
Pesan Menohok KH Anwar Zahid Mengenai Amanah Sebuah Jabatan
Suasana pengajian akbar yang memperingati empat dekade berdirinya ponpes ini kian hidup berkat tausiyah segar nan mendalam dari kiai kondang asal Jawa Timur, KH. Anwar Zahid. Dengan bumbu humor khasnya yang kerap memancing tawa renyah jemaah, sang kiai melempar wejangan berbobot mengenai hakikat sebuah kehidupan dan kepemimpinan.
Dalam ceramahnya, KH. Anwar Zahid mengingatkan secara terbuka bahwa pangkat, jabatan, serta kedudukan yang melekat pada diri manusia sejatinya hanyalah titipan sementara dari Sang Pencipta. Penguasa atau pemimpin yang baik adalah mereka yang mau turun langsung mendengar keluh kesah rakyat bawah, sehingga setiap kebijakan yang dilahirkan benar-benar membawa kemaslahatan nyata.
Agenda kunjungan kerja bernuansa kekeluargaan ini turut dihadiri oleh jajaran penting lainnya seperti Bupati OKU Timur Lanosin, Ketua Baznas Sumsel H. Darami, serta jajaran Kepala OPD Provinsi Sumsel. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat, mempererat jalinan komunikasi antara umara, ulama, dan segenap warga Buay Madang Timur.(put)
















