SiaranNusantara — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakornas) yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada hari Senin tanggal 8 September 2025.
Rakornas yang berlangsung secara virtual dari ruang rapat Randik ini membahas tiga isu utama: pengendalian inflasi, evaluasi program 3 juta rumah, serta strategi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alva Elan, S.STP., M.PSDA., hadir mewakili Bupati Muba M. Toha Tohet, S.H., didampingi Kepala Bagian Perekonomian Muhammad Aswin, S.STP., M.M., serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya empati kepala daerah terhadap masyarakat. Ia mengingatkan soal 228 aksi unjuk rasa yang terjadi di 35 provinsi selama 25 Agustus – 7 September 2025, di mana sebagian berujung anarkis dan merusak fasilitas umum.
“Saya minta kepala daerah segera bertindak. Jangan ada pembiaran. Kalau ada kerusakan, segera perbaiki. Jangan pula ada pejabat pamer kemewahan di media sosial, itu hanya memicu keresahan masyarakat.” tegas Tito.
Selain soal keamanan, Mendagri juga menyoroti target nasional menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026 dan kemiskinan umum menjadi 5% pada 2029. Pemerintah pusat mendorong tiga strategi besar:
1. Pengurangan Beban Dasar – melalui bantuan sosial yang tepat sasaran.
2. Peningkatan Pendapatan – lewat pemberdayaan tenaga kerja dan penciptaan usaha.
3. Penurunan Kantong Kemiskinan – melalui perbaikan rumah tidak layak huni serta penyediaan infrastruktur dasar.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa fluktuasi harga pangan seperti cabai merah dan cabai rawit masih menjadi pemicu utama inflasi. Ia menegaskan pentingnya sinergi pusat-daerah dalam menjaga harga tetap stabil.
Sementara itu, Perum BULOG menegaskan komitmennya menjaga pasokan pangan lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan target penyaluran 1,318 juta ton beras hingga akhir 2025, di mana hingga 8 September sudah terealisasi 331 ribu ton.
Dengan partisipasi aktif dalam Rakornas ini, Pemkab Muba berharap dapat memperkuat perannya dalam mendukung target nasional, sekaligus menjaga kesejahteraan dan stabilitas masyarakat di Bumi Serasan Sekate.(put)











