SiaranNusantara – Persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai dipanaskan. Bukan soal stok hewan saja, Pemerintah Kabupaten Muba kini fokus memastikan kualitas penyembelihan dengan membekali ratusan calon juru sembelih melalui pelatihan profesional.
Sebanyak 127 peserta yang terdiri dari pengurus masjid hingga masyarakat umum digembleng dalam pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) dan Manajemen Kurban. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Muba ini bertujuan agar pelaksanaan kurban nanti benar-benar memenuhi standar syar’i dan higienis.
Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, menegaskan bahwa tugas seorang penyembelih memiliki tanggung jawab besar di hadapan Allah dan manusia. Ia mengingatkan bahwa keahlian teknis harus berjalan beriringan dengan pemahaman agama yang kuat agar daging yang dikonsumsi warga terjamin kehalalannya.
Membedah Fiqih Sembelih dan Kesehatan Hewan
Kamu perlu tahu, menjadi seorang penyembelih di era sekarang tidak boleh sembarangan. Dalam pelatihan juru sembelih halal Muba ini, para peserta tidak hanya diajarkan cara mengasah pisau, tetapi juga wajib memahami aspek kesehatan hewan dan keamanan pangan.
Wabup Muba Abdur Rohman Husen menekankan bahwa juru sembelih harus mampu menjaga kesejahteraan hewan sebelum dipotong. Hal ini dilakukan untuk menghindari stres pada hewan yang bisa mempengaruhi kualitas daging, sekaligus memastikan semua proses sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Jaminan Produk Halal.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menjaga syariat Islam dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kita ingin juru sembelih di Muba benar-benar profesional, amanah, dan kompetensinya diakui,” ujar Abdur Rohman Husen saat membuka acara, Kamis (14/05/2026).
Dari Teori ke Praktik Langsung di Lapangan
Ketua Juleha Muba, Imam Taufiq Ha, merincikan bahwa peserta datang dari berbagai pelosok kecamatan, mulai dari Sekayu, Sanga Desa, hingga Sungai Lilin. Hal ini dilakukan agar setiap wilayah di Muba memiliki perwakilan penyembelih yang sudah terstandarisasi.
Materi yang diberikan sangat komprehensif, mencakup standar juru sembelih, manajemen kurban di masjid, hingga teknik penyembelihan yang efektif. Menariknya, para peserta tidak hanya duduk di dalam kelas untuk mendengarkan teori semata.
Setelah sesi diskusi, pelatihan akan dilanjutkan dengan praktik langsung pada malam harinya pukul 20.00 WIB di TPH Bapak Haji Herman Munir. Dengan adanya pelatihan ini, kamu tidak perlu ragu lagi saat menitipkan hewan kurban di masjid setempat, karena eksekutornya kini telah dibekali ilmu yang mumpuni.(put)











