SiaranNusantara – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menargetkan seluruh jalur mudik di wilayah Sumatera Selatan bebas dari lubang (zero lubang) pada H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H terkait persiapan Jalur Mudik Sumsel Jembatan Musi V. Gubernur Herman Deru meninjau langsung kesiapan Jalur Mudik dalam Operasi Ketupat 2026 di kawasan Jembatan Musi V, pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2026.
Pemprov Sumsel menargetkan perbaikan jalan dan penutupan lubang selesai serentak sepuluh hari sebelum Lebaran. Terdapat kendala teknis pada struktur tanah rawa sedalam 18 meter di sejumlah titik yang memerlukan penanganan khusus dari pihak Hutama Karya dan BBPJN.
Komitmen Infrastruktur: Target H-10 Jalan Mulus
Dalam peninjauan yang dilakukan bersama Forkopimda Sumsel, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan pemudik menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Fokus utama saat ini adalah percepatan perbaikan jalan di jalur-jalur utama yang akan dilalui masyarakat saat arus mudik berlangsung.
“H-10 menjelang Lebaran, kami menargetkan seluruh lubang di jalan sudah tertutup. Kami ingin memastikan jalur mudik di Sumsel zero lubang, sehingga masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegas Herman Deru di lokasi Jembatan Musi V. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim dari Wijaya Karya dan instansi terkait yang terus mengebut pengerjaan infrastruktur meski di bawah tekanan waktu.
Tantangan Teknis Jalur Rawa di Musi V
Meskipun target telah ditetapkan, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, Panji Krisna Wardana, mengungkapkan adanya tantangan geografis yang cukup berat. Di beberapa titik, kondisi tanah merupakan rawa dengan kedalaman mencapai 18 meter. Kondisi ini memerlukan perlakuan khusus agar struktur jalan tidak mudah amblas atau rusak kembali dalam waktu singkat.
Pihak Hutama Karya saat ini sedang melakukan penguatan struktur tanah di lokasi-lokasi rawan tersebut. Khusus untuk Jembatan Musi V, penanganan jangka pendek telah disiapkan untuk memastikan jembatan siap menahan beban kendaraan yang diprediksi akan meningkat signifikan saat puncak arus mudik.
Sinergi Forkopimda Amankan Operasi Ketupat 2026
Peninjauan ini tidak hanya fokus pada fisik jalan, tetapi juga koordinasi pengamanan arus lalu lintas. Kehadiran Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis dan Kapolda Sumsel Shandi Nugroho menunjukkan kesiapan penuh aparat dalam mendukung Operasi Ketupat 2026. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir titik kemacetan dan angka kecelakaan di jalur mudik lintas Sumatera.
Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama saat melintasi area yang masih dalam tahap penguatan struktur tanah.(put)










