Siarannusantara— Persib Bandung akhirnya harus merelakan posisi puncak klasemen BRI Super League 2025/26 setelah disalip oleh Borneo FC Samarinda.
Hasil kurang maksimal dalam beberapa laga terakhir menjadi faktor utama merosotnya posisi Maung Bandung. Dua hasil imbang saat menghadapi Dewa United FC dan Arema FC membuat perolehan poin Persib stagnan, sementara Borneo FC mampu memaksimalkan momentum untuk mengambil alih puncak klasemen.
Tim asuhan Bojan Hodak sebenarnya sempat unggul dalam rekor pertemuan atas skuad racikan Fabio Lefundes. Namun, keunggulan tersebut tak cukup menahan laju Borneo FC yang tampil lebih konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dengan lima laga tersisa, persaingan menuju gelar juara kini semakin terbuka. Persib masih memiliki peluang untuk merebut kembali posisi teratas, namun tekanan jelas semakin besar.
Jadwal yang dihadapi Persib pun tidak mudah. Mereka masih harus berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.
Sementara itu, Borneo FC juga akan menghadapi tantangan dari Bali United FC dan Malut United FC dalam upaya mempertahankan posisi mereka di puncak.
Selain tekanan dari rival, Persib juga masih dibayangi masalah ketajaman lini depan. Meski mampu menciptakan banyak peluang, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Dengan situasi ini, setiap pertandingan di sisa musim akan menjadi penentuan. Persib dituntut tampil konsisten jika ingin kembali merebut puncak klasemen dan menjaga peluang mempertahankan gelar juara. (der)










