SiaranNusantara – Lantunan ayat suci yang bergema jernih dari bibir mungil ratusan anak-anak seketika mengubah suasana gedung pertemuan menjadi begitu sejuk dan penuh haru. Momentum ini bukan sekadar ujian kelulusan biasa, melainkan bukti nyata dari kebangkitan moralitas dan syiar Islam yang kian kokoh di Bumi Sriwijaya.
Isak tangis bahagia dari barisan orang tua tak terbendung saat melihat putra-putri mereka berdiri tegak di atas panggung untuk diuji hafalan dan kelancaran bacaannya secara terbuka. Bertempat di Grand Ballroom Golden Sriwijaya Palembang, hari Kamis (14/05/2026), kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan Akbar Angkatan III Tartil, Tahfidz, dan Turjuman yang digagas oleh Metode Ummi Palembang sukses digelar.
Agenda besar keagamaan ini diikuti oleh ratusan santri berprestasi yang berasal dari berbagai lembaga rumah tahfidz di penjuru Sumatera Selatan. Istimewanya, prosesi pembukaan ujian akbar ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang sengaja datang untuk memberikan dukungan moral secara penuh.
Buah Manis Perjuangan Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz di Sumatera Selatan
Kamu yang menetap di wilayah kabupaten atau kota se-Sumsel pasti menyadari betapa menjamurnya tempat belajar mengaji bagi anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggalmu sekarang. Menatap ratusan wisudawan cilik di hadapannya, Herman Deru secara jujur mengaku sangat terharu sekaligus bangga atas capaian luar biasa ini.
Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengenang kembali masa awal dirinya mencanangkan program satu desa satu rumah tahfidz pada periode pertama kepemimpinannya. Di kala banyak pihak sempat meragukan program tersebut bisa berjalan sukses, para ustadz, ustadzah, dan penggerak pendidikan Al-Qur’an justru membuktikannya lewat kerja keras di lapangan.
Hasilnya sangat mencengangkan, dalam kurun waktu empat tahun saja, jumlah tempat belajar mengaji di Sumsel melonjak drastis hingga kini sukses menyentuh angka lebih dari 5.000 rumah tahfidz. Menurutnya, percepatan masif ini bisa terjadi karena adanya pergeseran pola pikir masyarakat lokal yang kini jauh lebih peduli terhadap masa depan spiritual anak-anak mereka.
Pesan Penting untuk Wali Santri dan Peran Vital Ibu sebagai Madrasah Pertama
Keberhasilan pembinaan berbasis Al-Qur’an ini juga berdampak linier pada prestasi gemilang kafilah Sumatera Selatan di kancah nasional yang sempat mati suri cukup lama. Setelah penantian panjang selama 16 tahun sejak tahun 2006, Sumsel akhirnya sukses menembus kembali jajaran peringkat 10 besar pada ajang MTQ Nasional tahun 2022 lalu.
Melalui forum yang penuh berkah tersebut, Herman Deru mengajak seluruh orang tua di Palembang untuk menumbuhkan rasa bangga yang mendalam jika anak-anak mereka memilih jalan hidup sebagai penjaga ayat-ayat Allah. Dirinya berharap ilmu yang telah didapatkan lewat bimbingan metode terstruktur ini bisa ditularkan secara luas ke tengah tatanan sosial masyarakat.
Sebelum mengakhiri arahannya, ia juga menitipkan pesan menyentuh mengenai pentingnya kedudukan seorang ibu dalam menjaga konsistensi hafalan anak di rumah. Baginya, keberhasilan seorang anak untuk tumbuh menjadi generasi Qurani tidak akan pernah terlepas dari sentuhan kasih sayang ibu yang bertindak sebagai madrasah pertama dan utama.(put)











