SiaranNusantara – Momentum Halal Bihalal di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel menjadi ajang pembuktian loyalitas Andie Dinialdie terhadap akar organisasinya, yang sekaligus memberikan dampak motivasi besar bagi mahasiswa dan alumni Muhammadiyah di Sumatera Selatan.
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, menggelar silaturahmi hangat bersama keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumsel di Palembang, pada hari Selasa, tanggal 24 Maret 2026. Acara yang digagas oleh Fokal IMM Sumsel ini bukan sekadar temu kangen, melainkan bentuk dukungan penuh terhadap kepemimpinan Andie Dinialdie sebagai wakil rakyat.
“Kami dari Fokal IMM Sumsel tentu akan terus memberikan dukungan penuh kepada beliau dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dan Ketua DPRD Sumsel,” tegas Ketua Fokal IMM Sumsel, Ruspanda Karibullah. Ia mengapresiasi Andie Dinialdie yang dinilai tidak pernah melupakan keluarga besar Muhammadiyah meski telah menjabat sebagai pejabat tinggi.
Baca Juga: Warga Sumsel Bersiap! Ada Pelatihan Kriya Gratis hingga Pameran Produk Unggulan di Hotel Aryaduta
Perjuangan 19 Tahun: Dari Karyawan Kampus ke Kursi Ketua DPRD
Dalam sambutannya, Andie Dinialdie membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan untuk memotivasi para kader muda. Sebelum terjun ke politik, ia dan istrinya adalah alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).
Andie Dinialdie bahkan sempat mengabdi sebagai karyawan di FEB UMP selama enam tahun, yakni periode 2000 hingga 2006. “Semuanya butuh perjuangan. Saya lulus kuliah tahun 2000, baru dilantik sebagai anggota DPRD Sumsel tahun 2019, dan periode kedua tahun 2024 dipercaya sebagai Ketua DPRD,” ungkap Andie Dinialdie.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, H. Ridwan Hayatuddin, mengaku bangga atas banyaknya kader Muhammadiyah yang kini berkiprah di dunia politik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai kekuatan untuk membangun daerah. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai unsur organisasi seperti PW Aisyiyah, PWPM, PW IPM, hingga perwakilan amal usaha Muhammadiyah.(put)










