SiaranNusantara — Suasana malam di kawasan pertokoan 15 Ilir, Palembang, mendadak berubah mencekam pada hari Selasa, tanggal 26 November 2025. Sepasang suami istri, pemilik Toko Kerupuk Suwandi, ditemukan bersimbah darah di dalam ruko mereka. Dugaan kuat, keduanya menjadi korban perampokan sadis.
Korban diketahui bernama Darma Kusuma (52) dan istrinya Yeni Kawi (46). Darma ditemukan tewas di lokasi dengan luka gorok di bagian leher. Sementara Yeni masih bertahan hidup dan kini dalam kondisi kritis akibat luka serupa.
Kabar kejadian tersebut cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. Ratusan orang sempat memadati lokasi ruko, membuat petugas kesulitan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di awal.
Ketua RT setempat, Dedi, mengaku terkejut saat tiba di lokasi karena kondisi sudah dipadati warga.
“Waktu saya datang, orang sudah ramai sekali. Semua ingin melihat, padahal polisi butuh ruang.” ujarnya.
Meski sempat terkendala, Polrestabes Palembang akhirnya berhasil mensterilkan lokasi. Tim Satreskrim bersama unit Inafis dan K9 diterjunkan untuk mengungkap kasus ini. Anjing pelacak digunakan untuk menelusuri kemungkinan jalur kabur pelaku serta mengendus benda-benda yang diduga disentuh.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andie Setiawan, mengatakan pihaknya menduga pelaku hanya satu orang dan saat ini masih dalam pengejaran.
“Masih kami buru. Ada beberapa petunjuk yang mengarah pada terduga pelaku.” tegasnya.
Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pedagang di sekitar lokasi. Rekaman CCTV dari lingkungan pertokoan juga tengah dianalisis untuk memperkuat penyelidikan.
Jenazah Darma Kusuma telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk pemeriksaan forensik. Sementara sang istri, Yeni Kawi, dilarikan ke RS Charitas Palembang dan kini masih mendapat penanganan intensif. Polisi berharap keterangan Yeni nantinya dapat membantu mengungkap pelaku dan motif sebenarnya.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami apakah motif utama kejadian adalah perampokan murni atau ada faktor lain di balik serangan sadis tersebut.(put)











