Siarannusantara— Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Selatan, Kiki Subagio, mengingatkan seluruh sekolah agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) benar-benar menjadi kegiatan yang edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, MPLS tidak boleh dijadikan ajang perpeloncoan, senioritas, maupun kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan tindakan negatif terhadap siswa baru.
“Tujuan MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Mereka perlu memahami proses belajar mengajar, tata tertib sekolah, hingga berbagai kegiatan yang akan dijalani selama menempuh pendidikan,” ujar Kiki, Selasa (14/7/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, seluruh rangkaian MPLS seharusnya lebih banyak diisi dengan kegiatan akademik, edukasi, serta aktivitas yang mampu mengembangkan kreativitas, karakter, dan potensi peserta didik.
“Kegiatan MPLS sebaiknya lebih menitikberatkan pada aktivitas akademik dan pengembangan kreativitas agar benar-benar memberikan manfaat bagi siswa baru,” katanya.
Kiki juga meminta sekolah meninggalkan tradisi lama yang berpotensi menumbuhkan budaya senioritas. Menurutnya, hubungan antara siswa lama dan siswa baru harus dibangun dalam suasana yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kebersamaan.
“Jangan sampai ada kegiatan yang menciptakan jarak antara senior dan junior. Yang harus dibangun adalah rasa kebersamaan, saling menghormati, dan saling mendukung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kiki menekankan bahwa MPLS harus menjadi momentum untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan (bullying).
“Harapan kita, dunia pendidikan di Sumatera Selatan semakin ramah bagi seluruh peserta didik. Tidak ada lagi bullying ataupun tradisi yang berdampak negatif. MPLS harus menjadi sarana memperkenalkan sistem pendidikan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa baru,” pungkasnya. (der)











