Mudik Gratis Sumsel 2026: Wagub Cik Ujang Lepas 2.912 Pemudik di Kertapati

SiaranNusantara – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, secara resmi melepas keberangkatan ribuan peserta program Mudik Gratis Lebaran 2026 di Stasiun Kertapati, Palembang, pada hari Selasa, tanggal 17 Maret 2026.

Program tahunan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ini bertujuan untuk memberikan fasilitas pulang kampung yang aman, nyaman, dan bebas biaya bagi masyarakat Bumi Sriwijaya. Bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel (BSB) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), pelepasan kali ini diwarnai suasana haru dari para penumpang yang hendak merayakan Idulfitri 1447 H di kampung halaman. Cik Ujang menegaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat saat momen Lebaran.

“Program ini rutin dilaksanakan agar masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Hari ini kita lepas pemudik menuju Lubuklinggau dan Tanjung Karang,” ujar H. Cik Ujang.

Rincian Kuota dan Rute Mudik Gratis 2026

Pada tahun ini, Pemprov Sumsel menyediakan kuota yang cukup besar untuk moda transportasi kereta api. Untuk rute Palembang menuju Lubuklinggau, keberangkatan dibagi dalam dua hari dengan total penumpang mencapai 1.248 orang. Sementara itu, rute Palembang menuju Tanjung Karang mengakomodasi sebanyak 1.664 pemudik.

Secara kumulatif, total warga yang memanfaatkan fasilitas mudik gratis menggunakan jalur besi pada periode 16–17 Maret 2026 ini mencapai 2.912 orang. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat Sumatera Selatan terhadap transportasi publik yang terintegrasi dan bersubsidi.

Kesiapan Armada Bus Antar Provinsi

Selain jalur kereta api, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan juga menyiagakan puluhan armada bus untuk menjangkau daerah yang tidak dilintasi rel. Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, melaporkan bahwa tersedia 15 unit bus untuk rute antar kabupaten/kota (dalam provinsi) serta 12 unit bus untuk rute antar provinsi.

Penyediaan bus ini menjadi solusi bagi pemudik yang menuju wilayah pelosok Sumsel maupun provinsi tetangga. Musni juga mencatat adanya tren kenaikan jumlah pemudik tahun ini sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2025, yang memicu pemerintah untuk memperketat pengawasan kelaikan armada demi keselamatan penumpang.

Sinergi Stakeholder dan Layanan Tambahan

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi. Turut hadir dalam pelepasan tersebut jajaran Forkopimda mulai dari Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf, Danlanal Palembang, Danlanud, hingga jajaran direksi Bank Sumsel Babel dan PT KAI Divre III Palembang.

Sebagai bentuk perhatian tambahan, Wakil Gubernur Sumsel juga menyerahkan bingkisan bekal perjalanan kepada para pemudik di dalam gerbong kereta. Hal ini diharapkan dapat menambah keceriaan para warga selama menempuh perjalanan menuju keluarga tercinta.(put)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *