Ketua DPRD Sumsel Janji Sampaikan Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Siarannusantara— Ketua DPRD Sumatera Selatan Andie Dinialdie menegaskan komitmennya untuk mengawal dan menyampaikan aspirasi mahasiswa Sumatera Selatan kepada pemerintah pusat dan DPR RI. Komitmen tersebut disampaikan secara terbuka saat menerima aksi unjuk rasa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan di halaman DPRD Sumsel, Rabu (24/6/2026).

Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumsel itu diwarnai momen yang menarik perhatian. Menjawab permintaan mahasiswa agar memberikan jaminan langsung terkait penyampaian aspirasi mereka, Andie Dinialdie mengucapkan sumpah di bawah Al-Qur’an di hadapan massa aksi.

“Bismillahirrahmanirrahim. Dengan menyebut nama Allah, bahwasanya kami bersumpah akan menyampaikan aspirasi adik-adik mahasiswa dan masyarakat Sumatera Selatan kepada DPR RI,” ucap Andie.

Dalam kesempatan tersebut, Andie menegaskan bahwa DPRD Sumsel terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat. Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Aliansi BEM se-Sumsel menyampaikan delapan tuntutan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Delapan tuntutan tersebut meliputi:

  1. Segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
  2. Melakukan evaluasi total terhadap KDMP dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menggerogoti anggaran pendidikan yang diatur melalui mandatory spending APBN.
  3. Mengevaluasi distribusi subsidi energi agar lebih efektif dan berpihak kepada kelompok rentan.
  4. Mewujudkan supremasi sipil melalui revisi Undang-Undang TNI dan Polri.
  5. Menolak pengelolaan SPPG oleh TNI dan Polri.
  6. Melindungi kebebasan pers.
  7. Mengembalikan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) ke porsi semula.
  8. Merestorasi independensi bank sentral dan mencabut klausul dalam revisi UU P2SK.

Perwakilan Aliansi BEM se-Sumsel, Andri Manan, mengatakan aksi tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap berbagai persoalan nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Ia menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan dan kontrol sosial untuk mengawal kebijakan publik.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Aliansi BEM se-Sumsel berkomitmen terus mengawal realisasi dan tindak lanjut dari tuntutan yang telah disampaikan.

“Kami akan terus mengawasi dan mengawal prosesnya agar tuntutan ini tidak berhenti sebagai janji, tetapi benar-benar diperjuangkan demi kepentingan rakyat,” tegas Andri.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah dialog dan penyerahan dokumen tuntutan kepada DPRD Sumsel, massa mahasiswa membubarkan diri secara kondusif. (der)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *