SiaranNusantara – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara resmi melantik Kepengurusan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumatera Selatan Masa Bhakti 2025-2030 guna mendorong terciptanya kelompok lansia yang tetap produktif.
Acara pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026. Herman Deru, yang juga merupakan Pembina LLI Sumsel, menegaskan bahwa aktif dalam sebuah organisasi memiliki dampak signifikan bagi masyarakat lanjut usia, terutama dalam menjaga kualitas hidup di masa tua.
Organisasi Sebagai Stimulan Kesehatan
Herman Deru menekankan bahwa keterlibatan para lansia dalam organisasi bukan hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang di masa pensiun. Menurutnya, dinamika dalam berorganisasi secara otomatis menjadi instrumen penting untuk memelihara kesehatan fisik dan mental para anggotanya.
“Dengan berorganisasi, Bapak dan Ibu dituntut memikirkan urusan internal maupun membangun hubungan eksternal. Interaksi ini akan memacu adrenalin, yang secara otomatis diharapkan dapat menjaga kebugaran dan kesehatan para anggota,” ujar Herman Deru dalam arahannya.
Adaptasi LLI Sumsel di Era Digital
Selain aspek kesehatan, Gubernur yang akrab disapa HD ini juga menyoroti perlunya relevansi organisasi dengan tuntutan zaman saat ini. Ia meminta jajaran pengurus untuk kembali membedah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan era digital.
Ia berpesan agar urusan teknis, seperti ketersediaan alat pendukung kantor, tidak menjadi penghambat kemajuan LLI di Sumatera Selatan. Para pengurus diharapkan menjadi sosok guru dalam berorganisasi yang mampu membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional, terutama jika terdapat regulasi internal yang perlu disesuaikan.
Harapan Untuk Lansia Sumatera Selatan
Kehadiran jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumsel dalam pelantikan ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan lansia. Herman Deru berharap LLI Sumsel mampu tampil beda dan menjadi motor penggerak bagi masyarakat lanjut usia lainnya agar tidak pasif, melainkan tetap produktif dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
Penekanan pada produktivitas ini menjadi identitas utama bagi masyarakat lanjut usia di Sumatera Selatan agar tetap memiliki semangat juang dan kesehatan yang terjaga melalui aktivitas sosial yang terstruktur.(put)
















