SiaranNusantara – Langkah nyata mengeksekusi produk hukum daerah demi kepentingan masyarakat lokal terus digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba). Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Muba secara proaktif mulai melancarkan strategi diplomasi ketenagakerjaan dengan menyasar seluruh sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional yang beroperasi di wilayahnya.
Sebagai langkah awal, Disnakertrans Muba menggelar pertemuan tatap muka intensif dengan manajemen Medco Energi di Palembang, pada hari Jumat (26/06/2026). Agenda strategis ini merupakan bentuk pelaksanaan amanah dan instruksi langsung dari Bupati Muba berdasarkan Surat Tugas resmi Nomor: 094/519/1/ST/2026.
Dalam perundingan tersebut, Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga, AP, didampingi oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial Faezal Pratama serta Staf Bidang Penempatan Tenaga Kerja Thomas. Guna memperkuat daya tawar daerah, tim dinas teknis membawa dokumen usulan resmi yang telah ditandatangani langsung oleh Bupati Muba, HM. Toha Tohet.
“Dalam memperjuangkan usulan strategis ke seluruh perusahaan migas yang beroperasi di Musi Banyuasin ini, kami membawa surat resmi yang telah ditandatangani langsung oleh Bapak Bupati HM. Toha Tohet,” tegas Herryandi Sinulingga.
Tiga Poin Utama Usulan Pemberdayaan Pemuda Muba
Disnakertrans Muba menyodorkan tiga klaster tuntutan utama yang wajib menjadi perhatian Medco Energi beserta jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya demi penyerapan tenaga kerja lokal secara optimal:
1. Wajib Magang dan Pemberdayaan Alumni Cepu
Mendorong SKK Migas dan seluruh KKKS di Muba untuk menyediakan ruang pemagangan yang luas serta peluang kerja nyata bagi para pemuda alumni lulusan PPSDM Migas Cepu. Klaster ini mencakup mereka yang menempuh pelatihan secara mandiri maupun yang difasilitasi oleh alokasi dana APBD dan APBN.
2. Praktik Lapangan Riil dan Penyelarasan Kompetensi
Memastikan sertifikasi kompetensi berskala nasional yang telah dikantongi oleh anak-anak asli Muba diperkuat dengan portofolio kerja nyata di lapangan. Dengan demikian, mental, keahlian, dan aspek teknis mereka teruji langsung di ekosistem industri hulu migas, yang menjadi modal besar untuk bersaing di masa depan.
3. Kaderisasi Berkelanjutan Pekerja Lokal
Menjadikan tenaga kerja lokal asli daerah yang telah memiliki sertifikasi kompetensi sebagai prioritas utama atau kader pelapis (successor) resmi guna mengisi posisi para pekerja migas senior yang telah memasuki usia pensiun.
Kadisnakertrans Muba menambahkan bahwa kombinasi antara sertifikasi kompetensi nasional dan pengalaman magang riil di korporasi multinasional sekelas Medco Energi akan menaikkan daya saing pekerja lokal secara signifikan di tingkat nasional. Langkah kolaboratif ini diyakini mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan secara masif, sejalan dengan visi misi Bupati HM. Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen.
Medco Energi Siap Koordinasi Transparan dengan SKK Migas
Di sisi lain, Manager Field Relation & Community Enhancement SSR Medco Energi, Hirmawan Eko Prabowo, menyambut positif kedatangan tim Disnakertrans Muba beserta dokumen usulan dari kepala daerah tersebut. Pihaknya menyatakan siap membangun koordinasi teknis lanjutan bersama SKK Migas.
“Kami siap mengoordinasikan langkah teknis lanjutan ke SKK Migas bersama Disnakertrans Muba agar implementasi penyerapan tenaga kerja lokal berjalan optimal, terukur, dan transparan,” tutur Hirmawan.
Hirmawan juga menegaskan komitmen korporasi untuk terus meningkatkan kepatuhan ketenagakerjaan sesuai regulasi yang berlaku. Pihaknya memastikan bahwa setiap pembukaan lowongan pekerjaan di lingkungan perusahaan akan ditindaklanjuti secara terbuka dengan mengacu pada amanah Perpres No. 57/2023, Permenaker No. 18/2024, serta Peraturan Daerah (Perda) Muba No. 2 Tahun 2020.(put)











