SiaranNusantara – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kawasan Pakjo, Palembang, saat ratusan perantau asal Kabupaten Lahat berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Halal Bihalal Ikatan Keluarga Lembah Serelo (IKLS), Minggu (12/4) sore. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, yang hadir langsung, tampak larut dalam nostalgia bersama organisasi yang telah diikutinya selama puluhan tahun ini.
Bagi Cik Ujang, IKLS bukan sekadar organisasi formal, melainkan ‘rumah besar’ yang menjaga napas persaudaraan antarwarga Lahat di perantauan. Ia mengenang bagaimana dirinya telah aktif berkontribusi dalam wadah ini sejak tahun 1989, sementara organisasinya sendiri sudah berdiri kokoh sejak 1979 silam.
Ia menekankan bahwa pertemuan rutin seperti arisan bulanan dan Halal Bihalal sangat krusial. Mengingat kesibukan masing-masing perantau, wadah kolektif inilah yang menjadi jembatan agar kerukunan tetap terjaga tanpa harus mendatangi rumah satu per satu yang tentu sangat sulit dilakukan secara individu.
Dorong Generasi Muda Raih Pendidikan Tinggi
Di tengah hangatnya suasana silaturahmi, Wagub Cik Ujang menyelipkan pesan penting bagi masa depan daerah asal. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota IKLS untuk proaktif mendorong anak-anak muda asal Lahat agar tidak takut mengejar pendidikan setinggi mungkin di berbagai disiplin ilmu.
“Mari kita dorong anak-anak muda kita meraih pendidikan setinggi mungkin, termasuk di bidang kesehatan. Harapannya, kelak mereka bisa kembali dan menggunakan ilmunya untuk memajukan daerah kita tercinta,” ujar Wagub dengan nada optimis.
Halal Bihalal Sebagai Ibadah Sosial
Senada dengan Wagub, Ketua IKLS, H. Hamli Masumi, memberikan pandangan mendalam mengenai makna pertemuan tersebut. Baginya, momen Halal Bihalal adalah waktu yang tepat untuk mengakui kesalahan antar sesama manusia tanpa perlu mencari pembelaan diri.
Hamli menegaskan bahwa dosa kepada sesama manusia hanya bisa lunas melalui maaf yang disampaikan secara langsung. “Dosa kepada Allah selesai dengan taubat di atas sajadah, tapi dosa sesama manusia harus lunas lewat saling memaafkan secara langsung seperti hari ini,” tuturnya di hadapan keluarga besar IKLS.
Pertemuan yang juga dibarengi dengan arisan rutin ini membuktikan bahwa IKLS tetap menjadi organisasi yang terbuka dan efektif dalam mempererat hubungan antarkeluarga. Melalui wadah ini, silaturahmi diharapkan terus bergulir dan menjadi kekuatan kolektif bagi para perantau di Sumatera Selatan.(put)















