SiaranNusantara – Kekuatan sebuah daerah sejatinya tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik yang dibangun, melainkan dari seberapa kokoh jalinan persaudaraan di tingkat akar rumput. Nilai-nilai luhur kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun kini mendapatkan ruang pembuktian yang semakin nyata di tengah masyarakat. Sebuah langkah besar baru saja diambil untuk memastikan bahwa tradisi gotong royong tetap menjadi panglima dalam mengawal keseharian warga.
Kamu yang lahir dan besar di tanah Musi Banyuasin pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah persedekahan atau kundangan, sebuah momen sakral di mana seluruh tetangga lebur menjadi satu untuk saling membantu. Melalui wadah yang lebih terstruktur, kebiasaan mulia ini kini dikonsolidasikan agar daya jangkau manfaatnya bisa menjadi jauh lebih luas dan menyentuh banyak kepala keluarga.
Perkumpulan yang berbasis pada rasa senasib sepenanggungan ini diyakini mampu menjadi benteng sosial yang efektif di tengah dinamisnya perkembangan zaman. Penguatan kelembagaan lokal seperti ini dinilai sangat strategis untuk mempercepat distribusi energi positif ke pelosok desa.
Pengukuhan di Desa Sereka Jadi Tonggak Sejarah Baru
Langkah maju tersebut ditandai dengan kehadiran langsung Bupati Muba H M Toha Tohet S.H., untuk melantik kepengurusan Ikatan Persaudaraan Persedekahan Kundangan (IPPK) Kecamatan Babat Toman. Prosesi sakral yang dipusatkan di Desa Sereka ini berlangsung dengan sangat khidmat sekaligus meriah karena dihadiri oleh ratusan pasang mata yang antusias. Kehadiran jajaran pejabat teras pemerintah daerah di lokasi acara mempertegas posisi organisasi ini sebagai mitra yang diperhitungkan.
Di bawah kepemimpinan Zubairin yang resmi didapuk sebagai ketua, organisasi kemasyarakatan ini membawa misi besar untuk merajut kembali simpul-simpul kekeluargaan yang mungkin sempat mengendur. Pemkab Musi Banyuasin melihat ada potensi besar yang bisa digerakkan dari struktur komunitas yang solid seperti ini.
Amanah yang kini resmi diletakkan di atas pundak para pengurus diharapkan dapat dijalankan dengan penuh ketulusan tanpa pamrih demi kemaslahatan bersama. Nilai gotong royong yang menjadi napas pergerakan komunitas ini harus bisa dirasakan dampaknya secara instan oleh warga sekitar saat membutuhkan bantuan.
Ratusan Anggota Bersiap Kawal Program Pembangunan Daerah
Keberadaan organisasi ini dipastikan bukan sekadar pelengkap daftar administrasi di Kesbangpol, melainkan kekuatan riil yang siap bergerak di lapangan. Berawal dari berbagai tantangan dan dinamika rintangan dalam proses pembentukannya, komunitas ini kini telah berhasil mengepakkan sayap dengan merangkul sekitar 200 anggota aktif. Soliditas ini menjadi modal utama bagi pengurus untuk membuktikan bahwa pemuda dan tokoh masyarakat Babat Toman bisa berjalan beriringan dengan visi pemerintah.
Sinergi yang harmonis antara struktur adat lokal dan program strategis Bupati Muba H M Toha Tohet S.H., diharapkan mampu melahirkan akselerasi pembangunan yang inklusif. Ketika masyarakat di tingkat bawah sudah kompak dan bersatu, maka segala bentuk tantangan sosial akan menjadi jauh lebih mudah untuk diselesaikan.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kecamatan lain di Bumi Serasan Sekate untuk ikut menghidupkan kembali roh persaudaraan nansional berbasis kearifan lokal. Rasa kepedulian yang tinggi antartetangga adalah kunci utama demi mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Muba yang aman, tertib, dan maju lebih cepat.(put)











