SiaranNusantara — Gema takbir yang sahut-menyahut semenjak fajar menyingsing membawa kedamaian tersendiri bagi masyarakat di pusat kota. Kehangatan perayaan hari besar keagamaan kali ini terasa kian kental saat ribuan warga bisa berkumpul bersama tanpa sekat di halaman pusat pemerintahan pada hari Rabu (27/5/2026).
Sejak pagi buta, gelombang jamaah berpakaian putih tampak mulai memadati area lapangan hijau rumah dinas utama. Kehadiran masyarakat dari berbagai penjuru wilayah tersebut bertujuan untuk menunaikan ibadah sunnah secara berjamaah di bawah cerahnya langit pagi.
Nakhoda tertinggi Sumatera Selatan, Herman Deru, terlihat hadir di barisan saf terdepan didampingi Wakil Gubernur Cik Ujang. Kehadiran duet pemimpin daerah ini langsung memicu rasa haru sekaligus bangga di benak para jamaah yang mengantre tertib memenuhi area pelataran.
Esensi Ibadah Kurban Jadi Penguat Pondasi Pembangunan Daerah
Pelaksanaan ibadah bersama ini berlangsung dengan sangat khidmat, di mana lantunan doa-doa kebaikan dipanjatkan demi kemakmuran Bumi Sriwijaya. Bagi orang nomor satu di Sumsel tersebut, momen perayaan kali ini memancarkan makna yang sangat mendalam mengenai arti sebuah ketulusan dan pengorbanan.
Nilai kepedulian terhadap sesama manusia menjadi poin penting yang mesti diserap dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat. Beliau memandang bahwa kerelaan untuk saling membantu merupakan modal utama dalam menggerakkan roda organisasi pemerintahan maupun kemasyarakatan.
Melalui momentum lebaran kurban ini pula, pemimpin daerah menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh warga terhadap program kerja yang tengah berjalan. Segala capaian kemajuan yang berhasil diraih secara bertahap belakangan ini diakui lahir berkat adanya kekompakan yang terjaga dengan baik.
Keberagaman latar belakang suku dan budaya yang ada di wilayah ini juga dinilai sebagai sebuah kekayaan yang tidak ternilai harganya. Persatuan yang kokoh di antara seluruh elemen masyarakat diyakini bakal mempermudah jalan menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Tradisi Open House Griya Agung Sambut Hangat Lapisan Masyarakat
Begitu rangkaian ibadah sholat selesai ditunaikan, suasana di lokasi tidak lantas sepi melainkan berganti menjadi ajang silaturahmi yang penuh tawa. Pihak istana gubernuran sengaja membuka lebar pintu gerbang utama guna menyambut kedatangan para tamu dari segala latar belakang sosial.
Agenda ramah tamah ini dimanfaatkan betul oleh warga biasa untuk bisa berjabat tangan dan berfoto bersama dengan para pemimpin pilihan mereka. Terlihat hadir mendampingi di lokasi, Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru bersama Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang yang sibuk menyapa para emak-emak.
Jamuan hidangan khas lebaran pun tersaji hangat, menemani obrolan santai antara jajaran pejabat Forkopimda dengan para pemuka masyarakat yang hadir. Suasana kebersamaan yang mencair ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat di daerah ini terjalin dengan sangat harmonis.(put)















