Siarannusantara— Portugal memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia setelah menundukkan Kroasia 2-1 dalam laga dramatis yang ditentukan hingga masa tambahan waktu. Cristiano Ronaldo mencetak gol penyeimbang lewat penalti sekaligus mengukir rekor baru di Piala Dunia, sebelum Gonçalo Ramos menjadi pahlawan kemenangan lewat gol pada menit-menit akhir.
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi Portugal. Tepat setahun sebelumnya, pada 3 Juli, penyerang Liverpool, Diogo Jota, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil tragis bersama sang adik, André Silva.
Babak pertama berlangsung minim peluang, meski Portugal tampil lebih dominan. Bruno Fernandes hampir membuka keunggulan di awal pertandingan, sementara sundulan bebas Ronaldo melebar setelah kiper Dominik Livakovic gagal mengantisipasi umpan silang Pedro Neto. Renato Veiga juga memperoleh peluang emas, tetapi sundulannya dari situasi sepak pojok melambung di atas mistar.
Kroasia tampil jauh lebih agresif selepas jeda dan langsung menuai hasil. Josip Stanisic mengirim umpan silang mendatar yang diselesaikan dengan tenang oleh Ivan Perisic. Penyerang PSV itu sukses menaklukkan Diogo Costa untuk membawa Kroasia unggul 1-0. Tak lama berselang, Igor Matanovic sempat menggandakan keunggulan, tetapi golnya dianulir karena offside.
Portugal merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leão hampir menyamakan skor lewat tembakan keras yang membentur mistar gawang. Ronaldo juga sempat mencetak gol, tetapi kembali dianulir karena offside dalam proses terjadinya gol.
Titik balik datang di pertengahan babak kedua. Renato Veiga dijatuhkan Nikola Vlasic di dalam kotak penalti saat situasi sepak pojok. Wasit Espen Eskås semula tidak memberikan pelanggaran, namun mengubah keputusannya setelah meninjau tayangan VAR dan menunjuk titik putih.
Ronaldo yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna lewat tendangan ke tengah gawang. Gol tersebut bukan hanya menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tetapi juga mengantar penyerang berusia 41 tahun itu mencetak gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia. Ia sekaligus menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah babak gugur Piala Dunia pada usia 41 tahun 147 hari.
Menjelang akhir laga, Kroasia kembali mengancam melalui Petar Sucic yang sempat membobol gawang Portugal setelah menerima umpan terobosan Mateo Kovacic. Namun, gol itu kembali dianulir karena offside tipis.
Di sisi lain, pelatih Roberto Martínez membuat keputusan mengejutkan dengan menarik keluar Ronaldo pada penghujung waktu normal dan memasukkan Rúben Neves. Ronaldo meninggalkan lapangan dengan raut kecewa sambil menggelengkan kepala.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Portugal justru memastikan kemenangan pada menit keempat masa tambahan waktu. Rafael Leão melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Gonçalo Ramos. Penyerang pengganti itu sukses melepaskan diri dari kawalan dua bek Kroasia dan membawa Portugal berbalik unggul 2-1.
Drama belum usai. Pada menit ke-13 masa tambahan waktu, Josko Gvardiol sempat mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan umpan Ivan Perisic yang diteruskan Mario Pasalic. Namun, VAR kembali menjadi penentu dengan menganulir gol tersebut karena Pasalic lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Portugal pun melangkah ke babak 16 besar setelah melewati pertandingan yang penuh ketegangan, dan selanjutnya akan menghadapi Spanyol dalam laga yang dipastikan berlangsung sengit. (der)











