SiaranNusantara – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang mulai terasa di awal tahun ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok agar inflasi tidak mencekik daya beli masyarakat di Bumi Sriwijaya.
Langkah strategis ini dibahas mendalam saat Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual, Senin (6/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, sorotan utama tertuju pada fluktuasi harga pangan yang menjadi penyumbang inflasi terbesar sepanjang bulan Maret lalu.
Berdasarkan data yang dipaparkan Mendagri Tito Karnavian, inflasi bulanan nasional tercatat sebesar 0,41 persen. Meski menunjukkan tren penurunan dibanding Februari, angka inflasi tahunan justru merangkak naik ke level 3,48 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Waspada Lonjakan Harga Pangan dan Transportasi
Edward Candra mengingatkan bahwa Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Sektor Transportasi adalah dua garda yang paling rawan memicu gejolak ekonomi warga Sumsel. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pengawasan di pasar-pasar tradisional Palembang dan sekitarnya akan semakin diperketat.
Kestabilan harga bukan sekadar angka di atas kertas, tapi soal bagaimana dapur warga tetap bisa mengepul tanpa harus terbebani biaya hidup yang melonjak tiba-tiba. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pasokan dari petani hingga sampai ke tangan konsumen tetap berada dalam batas kewajaran.
Kejar Target Hunian Melalui Program 3 Juta Rumah
Selain urusan perut, Rakornas kali ini juga mengevaluasi dukungan daerah terhadap Program Strategis Nasional (PSN) 3 Juta Rumah. Pemerintah Pusat meminta sinergi nyata dari Pemprov Sumsel, terutama dalam hal penyediaan lahan dan kemudahan perizinan bagi pembangunan hunian rakyat.
Pemprov Sumsel berkomitmen memastikan sinkronisasi data penerima manfaat berjalan transparan agar program ini tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal layak. Hunian yang terjangkau merupakan salah satu indikator kesejahteraan yang terus diupayakan pemerintah daerah.
Dengan integrasi pengendalian harga pangan dan percepatan pembangunan hunian, Pemprov Sumsel optimistis stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga hingga akhir tahun. Edward Candra memastikan seluruh instansi terkait akan terus bersiaga menjaga keseimbangan pasar demi kepentingan rakyat banyak.(put)











