Ekonomi Batam “Menyala”! Investasi Tembus Rp17,4 Triliun di Awal 2026, Amsakar Achmad: Kepercayaan Investor Lokal Meroket

SiaranNusantara – Kabar baik menyelimuti wajah ekonomi Kota Batam di awal tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, realisasi investasi di kota industri ini berhasil menembus angka Rp17,4 triliun hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama.

Capaian fantastis ini mencerminkan lonjakan luar biasa hingga 102,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini seolah menjadi bukti nyata bahwa iklim usaha di Batam kini semakin kondusif dan kompetitif di bawah komando Amsakar Achmad.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pertumbuhan ini sebagai sinyal kuat bagi penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, kepercayaan dunia usaha bukan lagi sekadar harapan, tapi sudah terwujud dalam aksi nyata di lapangan.

Investasi Lokal (PMDN) Naik Gila-gilaan Hingga 216 Persen

Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah meroketnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Bayangkan saja, realisasi dari pengusaha lokal tercatat menyentuh angka Rp8,5 triliun, atau tumbuh sebesar 216 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan PMDN yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa investor domestik semakin percaya dengan kepastian investasi di Batam,” ungkap Amsakar, pada hari Selasa (12/05/2026). Selain itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tetap solid di angka Rp8,8 triliun.

Keseimbangan antara modal asing dan lokal ini membuat pondasi ekonomi Batam semakin kokoh. Sektor industri mesin dan elektronik masih menjadi primadona dengan porsi kontribusi mencapai 23,65 persen dari total investasi yang masuk.

Batam Jadi Penopang Utama Ekonomi Kepulauan Riau

Bukan rahasia lagi jika Batam adalah “mesin” utama bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dari total Rp23,8 triliun investasi yang masuk ke Kepri, ternyata sekitar 73,5 persennya berasal dari perputaran modal di Kota Batam.

Siaran Lainnya :  Prabowo Hadiri KTT ASEAN di Filipina, Soroti Ketahanan Energi Kawasan

Amsakar menegaskan bahwa capaian ini akan terus didorong untuk menciptakan lapangan kerja baru yang lebih luas bagi masyarakat. Ekosistem bisnis yang terintegrasi kini menjadi fokus utama pembangunan agar Batam tetap menjadi pusat pertumbuhan di wilayah barat Indonesia.

Bagi kamu warga Batam, tren positif ini tentu membawa harapan baru. Dengan banyaknya proyek yang mulai terealisasi di lapangan, peluang ekonomi dan penyerapan tenaga kerja diharapkan bisa semakin dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.(put)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *