SiaranNusantara – Timnas Inggris sukses mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil memukau setelah menumbangkan Kroasia lewat drama enam gol yang berakhir 4-2. Pertandingan matchday pertama Grup L yang berlangsung sengit di Dallas ini sempat diwarnai aksi saling balas gol yang menegangkan sepanjang babak pertama.
The Three Lions sempat dipaksa bermain imbang 2-2 sebelum turun minum akibat gol balasan cepat dari Martin Baturina dan Petar Musa. Namun, keputusan taktis serta dorongan motivasi masif di ruang ganti dari manajer anyar Thomas Tuchel berhasil mengubah total wajah permainan Inggris setelah jeda.
Memasuki paruh kedua, skuat Inggris tampil jauh lebih agresif dan langsung mengurung pertahanan tim berstatus semifinalis Piala Dunia 2022 tersebut. Dominasi mutlak ini terlihat jelas dari statistik akhir yang menunjukkan skuat Tiga Singa sukses memberondong gawang lawan dengan total 22 tembakan.
Statistik Agresivitas Laga Inggris vs Kroasia
| Komponen Statistik | Timnas Inggris | Timnas Kroasia |
| Skor Akhir | 4 | 2 |
| Penguasaan Bola | 52% | 48% |
| Total Tembakan | 22 | 10 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 11 | 5 |
| Akurasi Operan | 86% | 86% |
| Tendangan Sudut | 8 | 2 |
Sumber data resmi: FIFA.com.
Kapten Inggris, Harry Kane, menjadi bintang utama di lapangan lewat torehan dua golnya yang sekaligus memecahkan sejumlah rekor besar. Melalui gol penalti pembuka dan sundulan tajamnya, striker berusia 32 tahun itu kini resmi mengoleksi 10 gol di putaran final Piala Dunia.
Catatan emas tersebut membuat Harry Kane sukses menyamai rekor legendaris Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia. Tidak hanya itu, eksekusi penaltinya di Dallas juga menempatkan Kane sendirian memimpin daftar pencetak gol penalti terbanyak (5 gol) dalam sejarah Piala Dunia, melampaui rekor Lionel Messi.
Sensasi lain juga dihadirkan oleh Jude Bellingham yang tampil memukau sebagai jenderal lapangan tengah sejak awal pertandingan. Keputusan Tuchel memasang gelandang Real Madrid ini sebagai starter resmi membuatnya menjadi pemain Eropa termuda dalam sejarah yang tampil di empat turnamen besar berbeda pada usia 22 tahun 223 hari.
Jude Bellingham melengkapi malam bersejarahnya dengan mencetak gol ketiga Inggris pada menit ke-47 setelah melakukan penetrasi cepat ke dalam kotak penalti Kroasia. Menjelang akhir laga, pemain pengganti Marcus Rashford menyempurnakan kemenangan Inggris menjadi 4-2 lewat skema serangan balik cepat di menit ke-85.
Kemenangan meyakinkan ini tentu menjadi modal berharga bagi anak asuh Thomas Tuchel untuk menatap persaingan ketat di Grup L. Atmosfer positif yang kini menyelimuti tim diharapkan mampu dipertahankan saat Inggris bersiap melakoni laga kedua melawan Ghana pada hari Selasa mendatang.(put)
















