SiaranNusantara – Timnas Portugal harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Republik Demokratik (RD) Kongo dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston. Hasil minor ini langsung memicu gelombang frustrasi hebat karena Selecao das Quinas sejatinya tampil sangat mendominasi sejak sepak mula.
Anak asuh Roberto Martinez sebenarnya sempat menjanjikan awal yang manis setelah unggul kilat di menit keenam. Joao Neves sukses mengoyak gawang lawan memanfaatkan umpan lambung Pedro Neto. Namun, keunggulan itu buyar tepat sebelum turun minum akibat tandukan Yoane Wissa yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Portugal.
Selecao das Quinas menguasai jalannya laga dengan mencatat 68 persen penguasaan bola dan melepaskan hingga 804 umpan. Ironisnya, skuat bertabur bintang ini seperti kehabisan akal menembus taktik parkir bus disiplin yang diperagakan RD Kongo. Aliran bola dari kaki ke kaki Portugal berujung monoton dan minim kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
| Komponen Statistik | Timnas Portugal | RD Kongo |
| Penguasaan Bola | 68% | 32% |
| Total Tembakan | 7 | 8 |
| Tembakan Tepat Sasaran (On Target) | 1 | 2 |
| Total Operan | 804 (740 Sukses) | – |
Data dihimpun dari laporan resmi pertandingan Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian sejarah bagi sang kapten, Cristiano Ronaldo. Tampil penuh selama 90 menit membuatnya resmi tercatat sebagai pemain outfield tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 41 tahun 132 hari, tepat di belakang legenda Roger Milla. CR7 juga resmi menyamai rekor megabintang Lionel Messi yang telah bermain dalam enam edisi Piala Dunia terpisah.
Sayangnya, malam bersejarah bagi Ronaldo tersebut terasa hambar karena sang megabintang gagal mencatatkan namanya di papan skor. Hal ini memperpanjang catatan kelam paceklik gol Ronaldo menjadi 10 pertandingan beruntun di turnamen mayor (Piala Dunia dan EURO) tanpa satu gol pun. Ia sempat mendapat peluang emas di menit ke-68, namun sepakannya masih melebar dari gawang Lionel Mpasi.
Kegagalan memetik poin penuh ini langsung memicu perang opini yang panas di kalangan netizen linimasa. Sebagian fans fanatik membela CR7 dan menuding Bruno Fernandes sengaja memutus suplai bola matang ke kotak penalti. Sebaliknya, para pengkritik justru mencibir Ronaldo terkena post power syndrome karena dianggap memaksakan diri menjadi poros utama di saat performanya sudah menurun.
Menanggapi hasil mengecewakan ini, Ronaldo langsung pasang badan membela performa rekan-rekan setimnya. Sang kapten menegaskan bahwa timnya tidak kekurangan apa pun dan meminta seluruh elemen tim untuk segera menegakkan kepala. Portugal kini dituntut wajib bangkit dan berbenah total menjelang laga krusial berikutnya melawan Uzbekistan pada Rabu mendatang.(put)











