SiaranNusantara – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan kian terasa istimewa dengan dimulainya pesta budaya terbesar di bumi Sriwijaya. Panggung kebudayaan ini menjadi ajang pembuktian bahwa kekayaan tradisi lokal mampu bersinar terang di kancah nasional.
Wakil Gubernur Sumsel, H Cik Ujang, secara resmi membuka perhelatan Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 di Kompleks Dekranasda Jakabaring, Palembang, hari Jumat (15/o5/2026) malam. Gelaran bergengsi yang mengusung tema magis “The Ancient Relics of Sriwijaya” ini dijadwalkan berlangsung meriah hingga Minggu, 17 Mei 2026.
Momen pembukaan malam tadi sekaligus menjadi pembuktian kelas atas karena Festival Sriwijaya kembali sukses menembus daftar 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata RI. Penghargaan ini menjadi jaminan mutlak bahwa festival kebanggaan warga lokal ini telah memenuhi standar kualitas nasional yang ketat.
Membangkitkan Nilai Luhur Kemaritiman di Era Modern
Dalam sambutannya yang disambut hangat para tamu, Cik Ujang menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar panggung seremonial atau hiburan rakyat biasa. Kegiatan ini merupakan ruang refleksi bersama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dari kejayaan masa lalu.
Karakter kuat Kerajaan Sriwijaya seperti ketangguhan maritim, toleransi beragama, kecerdasan budaya, dan sikap terbuka terhadap dunia luar harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemprov Sumsel terus berupaya menjadikan warisan sejarah ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif demi kesejahteraan masyarakat.
Langkah strategis ini juga menjadi fondasi penting dalam mengejar target besar mewujudkan visi “Sumsel Wonderful 2030”. Melalui kolaborasi apik dengan para pelaku UMKM lokal, sektor pariwisata berbasis budaya diyakini mampu menjadi tulang punggung baru bagi perekonomian daerah.
Apresiasi Pusat Atas Karakter Unik Kebudayaan Sumsel
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata RI, Nova Arisne, yang hadir langsung memberikan piagam KEN, menyatakan kekagumannya atas konsistensi Sumsel. Menurutnya, festival ini memiliki taring dan daya pikat tersendiri yang jarang ditemukan di daerah lain.
Penghargaan nasional ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari penilaian matang terhadap tata kelola acara dan pelestarian konten lokal yang otentik. Selain penyerahan piagam KEN, malam pembukaan juga diwarnai pembagian sertifikat Warisan Budaya Takbenda dan sertifikat Cagar Budaya Peringkat Nasional bagi sejumlah kepala daerah.
Bagi kamu yang belum memiliki agenda menghabiskan akhir pekan, tidak ada salahnya mengajak keluarga dan kerabat untuk meramaikan stan budaya di Jakabaring. Mari kita ambil bagian dalam merayakan sejarah besar ini sekaligus mendukung langsung perputaran roda ekonomi para pelaku usaha lokal kita.(put)












