Prabowo Turun Langsung: Tragedi KA Bekasi Diusut Tuntas

Siarannusantara— Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

Belasungkawa tersebut disampaikan langsung saat Presiden menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Selasa pagi.

“Hari ini saya datang ke RS Bekasi. Tentunya kita semua prihatin dan kaget atas kecelakaan yang terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. “Kita akan segera melakukan investigasi untuk mengetahui bagaimana kejadian ini bisa terjadi,” tegasnya.

Presiden tiba di RSUD Bekasi sekitar pukul 08.39 WIB dengan mengenakan peci hitam dan pakaian safari berwarna krem. Ia didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Teddy Indra Wijaya, Prasetyo Hadi, serta Rizky Irmansyah.

Kedatangannya disambut oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, serta pejabat daerah setempat. Setibanya di lokasi, Presiden langsung menuju ruang perawatan untuk menemui korban. Proses kunjungan berlangsung tertutup tanpa akses media.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, dalam keterangan terbarunya menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai tujuh orang hingga Selasa pukul 06.30 WIB.

Selain itu, sebanyak 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan. Tiga korban lainnya dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta saat proses evakuasi berlangsung.

“Korban meninggal dunia tujuh orang, luka-luka 81 orang, dan masih ada sekitar tiga orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Bobby. Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup lama, yakni sekitar delapan jam, karena dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan para korban.

“Evakuasi memakan waktu cukup lama karena kami harus memastikan semuanya dilakukan dengan aman,” jelasnya. Hingga kini, proses penanganan korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (der)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *