CFD Palembang Bikin Macet, Gubernur Sumsel Minta Evaluasi Total

Siarannusantara — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyoroti pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Palembang yang memicu kemacetan di sejumlah titik. Meski kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, ia menegaskan perlunya persiapan yang lebih matang agar kemacetan serupa tidak terulang.

Diketahui, uji coba CFD di Jembatan Ampera pada Minggu (12/4/2026) menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI. Kemacetan dipicu oleh penumpukan kendaraan serta masih terbatasnya jumlah petugas di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) bersama pihak kepolisian untuk segera melakukan penataan ulang arus lalu lintas agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan CFD saat ini masih dalam tahap soft launching, sehingga evaluasi menyeluruh terus dilakukan sebelum kegiatan tersebut diluncurkan secara resmi.

“Wali kota sudah menghubungi saya. Ini masih soft launching, belum peluncuran resmi. Sampai nanti diresmikan, semuanya harus sudah tertata dengan baik,” ujar Deru, Senin (13/4/2026).

Deru mengakui, sebagai kegiatan baru, CFD memicu tingginya antusiasme masyarakat yang berdampak pada peningkatan volume kendaraan di sekitar lokasi. Namun, menurutnya, hal ini harus diimbangi dengan solusi yang tepat agar masyarakat yang ingin berolahraga tetap nyaman tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Namanya hal baru, wajar jika menarik banyak orang. Karena itu, pemerintah kota, pemerintah provinsi melalui Dishub, serta kepolisian harus bersinergi untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Deru menilai tingginya minat masyarakat terhadap CFD merupakan indikator positif dari sebuah ide kreatif yang patut didukung. Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi juga untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat melalui penyediaan ruang publik yang sehat dan nyaman.

“Ini ide kreatif yang harus kita carikan solusi terbaiknya, agar yang datang merasa nyaman dan yang melintas tidak terganggu. Pada akhirnya, tujuan kita adalah meningkatkan kebahagiaan masyarakat,” pungkasnya.

(der)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *