SiaranNusantara – Pansus Perkebunan DPRD Sumsel bergerak taktis turun langsung ke lapangan guna menuntaskan konflik agraria menahun yang menjerat para petani di Kabupaten Ogan Ilir. Sengketa lahan Eks Gembala yang berlokasi di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara ini akhirnya resmi menemui titik terang setelah sekian lama memicu ketidakpastian.
Kunjungan krusial yang berlangsung pada Rabu (10/06/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Perkebunan DPRD Sumsel H. Aswan Mufti bersama anggota dewan Andi Rizkiansyah. Kehadiran para wakil rakyat ini didampingi ketat oleh jajaran pimpinan daerah setempat, mulai dari Kapolres Ogan Ilir, Sekda Ogan Ilir, hingga kepala desa setempat.
Bebaskan Petani Lokal dari Beban Sistem Sewa Lahan
Langkah berani ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat yang selama ini merasa ruang geraknya terbatas di tanah garapan sendiri. Selama bertahun-tahun, warga Desa Tanjung Baru terpaksa memanfaatkan lahan tersebut dengan sistem sewa yang mengikat demi bisa berkebun dan mencari nafkah untuk menyambung hidup keluarga.
Bagi Anda warga Ogan Ilir, kabar perdamaian ini tentu menjadi angin segar yang sudah lama dinantikan di atas tanah Bumi Caram Seguguk. Dalam dialog terbuka yang difasilitasi dewan, pihak PT Gembala akhirnya melunak dan menyatakan kesediaannya memberikan lampu hijau bagi warga setempat untuk mengelola lahan sengketa tersebut secara produktif.
Jaga Kondusivitas Wilayah Demi Keamanan Investasi Daerah
Ketua Pansus Perkebunan DPRD Sumsel H. Aswan Mufti menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mau menurunkan ego demi mencapai mufakat. Keberhasilan mediasi ini menjadi bukti otentik bahwa konflik agraria yang rumit sekalipun bisa selesai dengan kepala dingin tanpa perlu jalur kekerasan.
Meski peluang ekonomi kini terbuka lebar, Aswan mengingatkan para petani untuk tetap patuh pada rambu-rambu aturan hukum yang berlaku. Langkah selanjutnya, pemanfaatan lahan produktif ini harus berjalan tertib sesuai mekanisme legal yang disepakati agar tidak memicu gesekan baru di kemudian hari.











