6 Tahun Menabung Iuran, Warga Mekar Jaya OKU Timur Akhirnya Bangun Masjid Baitul Huda Rp1,2 Miliar Bareng Wagub Cik Ujang

SiaranNusantara – Semangat gotong royong warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur, patut menjadi teladan setelah penantian panjang mereka untuk memiliki masjid yang nyaman akhirnya mulai terwujud.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, secara langsung meletakkan batu pertama pembangunan kembali Masjid Baitul Huda pada Rabu (1/4/2026), sebagai tanda dimulainya proyek senilai Rp1,2 miliar tersebut.
Perjuangan Enam Tahun Menabung Iuran Rp50 Ribu
Dibalik seremoni ini, ada cerita menyentuh tentang ketulusan warga setempat. Selama enam tahun terakhir, warga Desa Mekar Jaya secara rutin menyisihkan iuran wajib sebesar Rp50 ribu setiap bulannya.
Ketua Panitia Pembangunan, H. Tuhana, mengungkapkan bahwa dari iuran kecil tersebut, warga berhasil mengumpulkan dana swadaya hingga Rp210 juta yang disimpan rapi di BSI. Dana inilah yang menjadi modal awal merobohkan bangunan lama yang sudah berusia 30 tahun.
“Alhamdulillah, tepat setelah momen Idul Fitri ini, kami bisa melaksanakan peletakan batu pertama bersama Bapak Wagub,” ujar Tuhana dengan nada penuh syukur.
Dukungan Wagub Cik Ujang untuk Masjid Baitul Huda OKU Timur
Melihat kekompakan warga yang luar biasa, Wagub Cik Ujang tak tinggal diam. Ia langsung memberikan bantuan stimulan berupa 100 sak semen dan 100 batang besi ukuran 8 untuk mempercepat proses konstruksi.
Baca Juga : Komitmen Transparansi, Sekda Sumsel Edward Candra Serahkan LKPD Unaudited TA 2025 ke BPK RI
Baginya, pembangunan masjid ini bukan sekadar urusan fisik semata, melainkan simbol kuatnya iman dan persatuan warga di tengah keterbatasan. Ia pun mengajak jajaran Pemkab OKU Timur untuk ikut mengulurkan tangan.
“Saya sangat apresiasi semangat warga Mekar Jaya. Semoga bangunan seluas 17×17 meter ini cepat selesai dan menjadi tempat ibadah yang makmur bagi generasi mendatang,” ungkap Cik Ujang di lokasi pembangunan.
Senada dengan itu, Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Yuda mengingatkan warga agar rasa memiliki terhadap aset desa ini terus dijaga, bahkan setelah bangunan megah itu berdiri nanti.(put)


