SiaranNusantara – Jagat maya baru-baru ini dikejutkan oleh kabar miring yang mencoreng institusi pendidikan tinggi ternama di Jawa Timur. Sebuah dugaan skandal penggelapan dana berukuran jumbo mendadak mencuat ke permukaan dan langsung menjadi sorotan tajam netizen. Kasus ini memicu gelombang amarah karena melibatkan dana milik para mahasiswa yang tengah berjuang menempuh pendidikan dengan keterbatasan ekonomi.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan isu transparansi di lingkungan kampus, kabar ini tentu terasa seperti petir di siang bolong. Bagaimana mungkin, wadah yang dibentuk untuk menyokong kesejahteraan mahasiswa penerima bantuan justru disalahgunakan oleh pengurus intinya sendiri.
Seorang mahasiswi Universitas di Surabaya berinisial YIP kini tengah menjadi buah bibir usai dituding menggelapkan uang organisasi hingga mencapai Rp 97 juta. Modus penyelewengan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tersebut kini dibongkar secara blak-blakan oleh rekan sesama mahasiswa di media sosial.
Modus Cerdik Selipkan Iuran di Berkas SPJ Akademik
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan investigasi akun Instagram @unairjournal, sosok terduga pelaku diketahui merupakan mahasiswi aktif Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital Fakultas Vokasi. Ironisnya, dalam struktur kepengurusan Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO) periode 2025/2026, dirinya dipercaya mengemban amanah krusial sebagai Menteri Keuangan organisasi.
Aksi lancung mahasiswi Unair gelapkan dana KIP Kuliah ini diduga kuat bersumber dari pengumpulan dana iuran sukarela dari seluruh mahasiswa penerima beasiswa KIP-K yang mencakup empat angkatan aktif. Pengumpulan uang patungan tersebut rutin ditarik oleh pengurus pada setiap momen krusial di akhir semester.
Pelaku disinyalir memanfaatkan celah pengawasan dengan cara mengintegrasikan atau menyelipkan penarikan iuran sukarela tersebut bersamaan dengan proses pengisian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) akademik berkala. Akibat sistem tata kelola keuangan internal yang tidak transparan, akumulasi dana umat yang terkumpul hampir menyentuh angka Rp 100 juta itu menguap tanpa laporan yang jelas.
Kampus Lakukan Usut Internal, Petisi Mahasiswa Langsung Meledak
Aroma penyelewengan anggaran ini seketika memantik reaksi keras dan memicu aksi protes sporadis dari kalangan mahasiswa di dalam lingkungan kampus. Banyak pihak mengecam keras tindakan pengkhianatan amanah tersebut, mengingat dana taktis itu sejatinya dialokasikan untuk membiayai operasional program kerja serta menyokong kesejahteraan para mahasiswa kurang mampu.
Merespons kabar miring yang telanjur viral dan mencoreng nama baik instansi, manajemen internal Universitas Airlangga dilaporkan langsung bergerak cepat melakukan langkah investigasi internal. Proses pemeriksaan menyeluruh kini tengah berjalan demi melacak aliran dana keluar dan memastikan keabsahan bukti-bukti elektronik yang beredar luas di media sosial.
Di sisi lain, gelombang desakan dari para mahasiswa terus bergulir masif melalui peluncuran petisi daring yang menuntut penghentian sementara seluruh kegiatan organisasi terkait hingga kasus ini tuntas. Publik kini mendesak pihak rektorat Unair untuk menjatuhkan sanksi akademik yang tegas, termasuk opsi Drop Out (DO), jika mahasiswi yang bersangkutan terbukti sah melakukan tindakan culas tersebut.(put)











