Siarannusantara— Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pertemuan berlangsung di kantor Wapres dan dihadiri sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam suasana yang berlangsung santai, Gibran menyambut para mahasiswa yang datang mengenakan almamater kampus. Ia sempat menanyakan asal kampus salah seorang mahasiswa sebelum memastikan jumlah peserta yang hadir dalam audiensi tersebut.
Mengetahui hanya sebagian mahasiswa yang dapat masuk ke ruang pertemuan, Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada peserta aksi yang masih berada di luar. Ia meminta para perwakilan untuk menyampaikan salam dan penjelasan kepada rekan-rekan mereka yang tidak dapat mengikuti audiensi secara langsung.
Dalam dialog tersebut, Gibran mengapresiasi sikap kritis mahasiswa yang terus mengawal jalannya pemerintahan. Menurutnya, masukan, kritik, dan saran dari kalangan akademisi merupakan bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan publik.
“Hari ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Sampaikan saja. Apa yang sudah dibangun bersama tentu harus terus dirawat. Saya senang melihat mahasiswa yang kritis, ikut mengevaluasi dan memberikan saran,” ujar Gibran.
Sementara itu, Koordinator Aksi Mahasiswa, Abdi Maludin, mengungkapkan bahwa seluruh hasil kajian dan tuntutan mahasiswa telah disampaikan secara langsung kepada Wapres. Menurutnya, Gibran merespons aspirasi tersebut dengan baik dan mencatat berbagai poin penting yang disampaikan mahasiswa.
“Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami di buku kecil yang beliau bawa. Harapannya, catatan itu menjadi bahan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai persoalan yang kami soroti hari ini,” kata Abdi usai pertemuan di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung. Mahasiswa berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada diskusi, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret dari pemerintah. (der)














