Kloter Perdana Haji Indonesia Pulang, Menhaj Antar Langsung dari Jeddah

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melepas langsung keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5/2026) malam. Momen ini menjadi penanda berakhirnya fase utama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus dimulainya proses pemulangan ratusan ribu jemaah Indonesia secara bertahap.

Sebelum keberangkatan, Menhaj menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan jemaah kelompok terbang (Kloter) SUB-01 yang bersiap memasuki area keberangkatan. Ia menyalami para jemaah serta menyampaikan doa dan harapan agar seluruh proses perjalanan pulang berjalan lancar dan selamat hingga tiba di daerah asal masing-masing.

Siaran Lainnya :  Terik Ekstrem Makkah Capai 43°C, Jemaah Haji Diminta Waspada Risiko Heatstroke

“Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mendoakan seluruh jemaah selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Menhaj.

Berbeda dengan fase keberangkatan yang berfokus pada mobilisasi jemaah menuju Arab Saudi, fase pemulangan menjadi tahap akhir yang tak kalah penting dalam memastikan seluruh layanan haji berjalan tuntas hingga jemaah kembali ke kampung halaman.

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulangan agar berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Siaran Lainnya :  Kemenhaj: Jemaah Jangan Forsir Fisik

Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan haji pertama di bawah kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Transformasi ini membawa sejumlah perubahan dalam tata kelola layanan, mulai dari keberangkatan, akomodasi, konsumsi, hingga pelaksanaan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah apabila masih terdapat kekurangan selama proses penyelenggaraan ibadah haji.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berupaya memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Siaran Lainnya :  Sekda Sumsel & Menteri Tinjau Kesiapan Haji PLM 10

Menurutnya, berbagai catatan selama operasional haji akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.

“Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang nyaman, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bahan evaluasi dan kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para jemaah. Sejumlah jemaah tampak antusias menyampaikan salam, bersalaman, hingga mengabadikan momen bersama Menhaj sebelum memasuki area keberangkatan.

Siaran Lainnya :  Palembang Kehilangan 612 Anak Sungai, Herman Deru: “Jangan Salahkan Banjir Kalau Sungainya Ditimbun"

Sebagai simbol dimulainya fase pemulangan, Menhaj juga mengalungkan syal kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Indonesia.

Kepulangan ini tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi awal bagi para jemaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berhaji di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menhaj turut mendoakan seluruh jemaah agar meraih predikat haji mabrur dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Dengan diberangkatkannya kloter pertama dari Jeddah, proses pemulangan jemaah haji Indonesia akan berlangsung secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (der)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *