Siarannusantara— Cristiano Ronaldo akhirnya menjawab kritik yang menghujaninya di Piala Dunia 2026. Namun, selebrasi emosional sang kapten Portugal usai mencetak dua gol ke gawang Uzbekistan justru memancing komentar tajam dari Zlatan Ibrahimovic.
Timnas Portugal pesta gol saat membungkam Uzbekistan 5-0 pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Ronaldo menjadi salah satu bintang kemenangan dengan mencetak dua gol yang sekaligus membungkam keraguan terhadap performanya.
Sebelumnya, Ronaldo menjadi sasaran kritik setelah gagal mencetak gol saat Portugal ditahan imbang Kongo 1-1 pada laga perdana. Penyerang berusia 41 tahun itu bahkan kembali dibanding-bandingkan dengan Lionel Messi yang tampil gemilang lewat hattrick di pertandingan pertama Argentina.
Tak hanya Messi, sejumlah bintang lain seperti Kylian Mbappe, Harry Kane, dan Erling Haaland juga berhasil mencuri perhatian dengan torehan gol mereka. Situasi tersebut membuat Ronaldo dianggap mulai kehilangan ketajamannya.
Namun, Ronaldo menjawab semua kritik dengan cara terbaik. Dua gol ke gawang Uzbekistan menjadi bukti bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda bagi Portugal.
Usai pertandingan, Ronaldo menjadi sorotan ketika menoleh ke arah kamera televisi sambil berteriak lantang, “Saya kembali!”
Momen itu rupanya mendapat perhatian khusus dari mantan striker Barcelona dan Timnas Swedia, Zlatan Ibrahimovic, yang saat itu bertugas sebagai pandit di studio Fox Sports.
Alih-alih ikut memuji, Zlatan memberikan respons yang cukup menohok. Menurutnya, kemenangan besar Portugal atas Uzbekistan bukanlah sesuatu yang mengejutkan mengingat perbedaan kualitas kedua tim.
“Laga itu adalah pertandingan bagi Portugal untuk mencetak banyak gol,” ujar Ibrahimovic seperti dikutip dari Sports.NDTV.
Zlatan juga mengaku tidak memahami alasan Ronaldo meneriakkan kalimat tersebut setelah pertandingan.
“Dan mengenai pesannya, saya pikir dia tidak pernah pergi,” kata Ibrahimovic.
“Saya tidak tahu mengapa dia mengatakan, ‘Saya kembali’,” lanjut mantan penyerang AC Milan tersebut.
Sementara itu, Ronaldo menjelaskan bahwa selebrasi tersebut merupakan luapan emosinya setelah melewati periode yang berat dalam beberapa hari terakhir. Ia mengaku mendapat tekanan besar dari kritik publik yang ditujukan kepadanya maupun pelatih Portugal, Roberto Martinez.
“Saya melalui pekan yang sangat berat dan sulit, dengan opini publik yang sangat keras terhadap semua pemain, terutama terhadap saya dan pelatih,” ujar Ronaldo.
Melalui dua golnya ke gawang Uzbekistan, Ronaldo seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya belum habis. Meski usia terus bertambah, CR7 masih mampu menjadi andalan Portugal di panggung terbesar sepak bola dunia. (der)












