SiaranNusantara – Harapan keluarga untuk melihat Jesra Putra (10) kembali dengan selamat akhirnya pupus. Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif, bocah asal Kampung Pasar Taratak ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di tengah laut pada Selasa (12/05/2026).
Penemuan jasad Jesra bermula saat kapal bagan Nabila milik seorang warga bernama Icong hendak bertolak melaut sekitar pukul 12.30 WIB. Di tengah perjalanan, awak kapal dikejutkan dengan sosok yang mengapung di perairan Batu Mandamai Gunuang Rajo, Kenagarian Surantih.
Lokasi penemuan ini tergolong cukup jauh, diperkirakan mencapai 20 kilometer dari titik awal korban dilaporkan terseret arus di Muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah pada Minggu sore lalu. Sontak, kabar ini langsung memecah suasana duka di rumah duka dan kerabat yang sejak awal tak henti berdoa.
Sinergi Pencarian di Tengah Ganasnya Arus Laut
Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan tersebut benar adalah warganya yang hanyut saat berenang bersama teman-temannya. Ia pun tak kuasa menahan haru saat menceritakan bagaimana seluruh elemen masyarakat berjibaku melakukan pencarian.
Sejak dilaporkan hilang, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, hingga nelayan setempat terus menyisir pesisir pantai Sutera. Meski bocah hanyut di Muara Buayo Putiah ini akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Dodi tetap mengapresiasi kerja keras semua relawan.
“Allah berkehendak lain. Kami atas nama Pemerintah Nagari menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja tanpa lelah membantu keluarga kami,” ujar Dodi dengan nada lirih.
Langkah Terakhir Jesra Menuju Rumah Duka
Begitu tiba di daratan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa pulang ke kediamannya di Kampung Pasar Taratak. Isak tangis keluarga pun pecah tak terbendung saat jasad bocah malang itu diturunkan dari mobil ambulans.
Rencananya, Jesra akan dimakamkan pada hari yang sama di belakang rumah keluarga. Kepergian Jesra menjadi pengingat pahit bagi warga setempat tentang pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat anak-anak beraktivitas di kawasan muara dengan arus yang tidak terduga.
Bagi kamu yang sering berwisata atau tinggal di sekitar pesisir Pesisir Selatan, musibah ini menjadi alarm penting. Pastikan selalu memantau kondisi cuaca dan arus laut sebelum membiarkan buah hati bermain di tepian pantai agar tragedi serupa tidak terulang kembali.(put)















