Siarannusantara— Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengusulkan perubahan skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut akan lebih efektif jika bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua siswa dibandingkan makanan siap santap.
Usulan itu disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di media sosialnya pada Rabu (24/6/2026). Ia berpendapat bahwa orang tua merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan dan pola konsumsi anak-anak mereka.
“Bapak Prabowo, saya menyarankan agar MBG dalam bentuk makanan diganti menjadi bantuan uang atau bantuan gizi. Uangnya diserahkan kepada orang tua sehingga mereka bisa menggunakannya sesuai kebutuhan gizi anak masing-masing,” ujar Hotman.
Menurutnya, pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai memungkinkan orang tua menentukan sendiri jenis makanan yang paling sesuai bagi anak, sehingga manfaat program dapat lebih tepat sasaran.
Meski demikian, Hotman menegaskan bantuan gizi yang ia usulkan berbeda dengan program bantuan sosial (bansos) yang selama ini diberikan pemerintah. Dana tersebut, kata dia, harus memiliki peruntukan khusus untuk mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
“Itu berbeda dengan bansos,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Hotman juga mengungkapkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut telah menjadi kuasa hukum keluarga Prabowo selama sekitar 25 tahun.
“Pak Prabowo kenal saya. Bapak sudah menjadi klien saya selama 25 tahun. Pak Hashim juga sangat percaya kepada saya,” katanya.
Berdasarkan pengalamannya tersebut, Hotman menilai Prabowo merupakan sosok yang terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang bertujuan untuk menyempurnakan program pemerintah.
Di akhir pernyataannya, Hotman melontarkan komentar yang mengundang perhatian terkait kemungkinan munculnya penolakan terhadap usulan tersebut.
“Kalau ada yang protes terhadap usulan ini, ya silakan dipikirkan sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Usulan Hotman itu pun langsung memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian menilai ide tersebut layak dipertimbangkan karena memberi fleksibilitas kepada keluarga penerima manfaat, sementara yang lain berpendapat bantuan dalam bentuk makanan lebih mudah diawasi penggunaannya agar benar-benar dinikmati anak-anak. (der)











