Dampak Tragis Pelecehan Anjing di Dog Cafe Pluit: Alami Trauma Berat hingga Menyusut 800 Gram, Kejiwaan Pelaku Dibidik Polisi!

SiaranNusantara – Kasus penyimpangan seksual yang menyasar seekor anjing peliharaan di sebuah kafe ramah hewan kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, kini memasuki babak baru yang kian memprihatinkan. Tidak hanya memicu kecaman masif di berbagai platform media sosial, aksi bejat ini ternyata meninggalkan luka trauma mendalam bagi kesehatan fisik dan psikologis sang hewan korban.

Pihak aparat kepolisian dari Polsek Metro Penjaringan menegaskan bahwa proses hukum atas laporan dugaan pelecehan seksual terhadap hewan ini terus bergulir secara intensif. Fokus penyelidikan kini diarahkan pada pengumpulan alat bukti komprehensif serta persiapan pemantauan medis khusus terhadap kondisi kejiwaan terlapor.

Langkah observasi psikis ini dinilai krusial untuk memetakan ada atau tidaknya gangguan orientasi seksual menyimpang pada diri pelaku pria berinisial OWL (22) tersebut. Polisi menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan medis ini setelah menerima laporan resmi serta melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi kunci di tempat kejadian perkara (TKP).

Kondisi Kesehatan Anjing Sissy Menurun Drastis akibat Trauma

Dampak nyata dari tindakan asusila yang dilakukan oleh pengunjung kafe tersebut dirasakan langsung oleh Sissy, seekor anjing betina jenis Pomeranian milik pengelola Dogs Ministry. Pasca-insiden memilukan di mana kepalanya dipaksa untuk melakukan tindakan tidak senonoh di tengah keramaian kafe, perilaku Sissy berubah total dari karakter aslinya. Mulai dari menjadi sangat pendiam, murung, dan hanya tiduran terus yang awalnya sangat aktif, lari ke sana kemari, bersahabat dan manis, kemudian mengalami penurunan berat badan drastis hingga menyusut 800 gram dan didiagnosa medis mengidap anemia akibat mogok makan akut.

Pihak manajemen kafe telah bergerak cepat melakukan visum serta pemeriksaan darah menyeluruh di dokter hewan guna memastikan tidak ada kontaminasi virus atau bakteri berbahaya pada tubuh Sissy. Guna memulihkan kesehatannya, kini anjing malang tersebut ditempatkan di area terisolasi yang jauh dari kebisingan pengunjung kafe.

Investigasi Mandiri dari Mezanin Bongkar Kedok Pelanggan Lama

Terungkapnya aksi pelecehan anjing di dog cafe Pluit ini sejatinya berawal dari kejelian staf yang menaruh curiga pada gerak-gerik OWL. Pria tersebut diketahui merupakan pelanggan lama yang sudah sering datang selama dua tahun terakhir, namun sempat mendapatkan teguran keras beberapa minggu sebelumnya karena memaksa mencium anjing secara tidak wajar.

Ketika pelaku kembali datang saat libur tanggal 1 Juni 2026, manajemen langsung memperketat pengawasan melekat. Kedok pelaku akhirnya terbongkar saat Manajer Operasional Dogs Ministry, Monica, memantau langsung aksi tidak senonoh tersebut dari sudut pandang lantai dua atau area mezanin kafe.

Bukti rekaman video pribadi lewat ponsel serta rekaman kamera pemantau CCTV kini telah diserahkan sepenuhnya kepada penyidik kepolisian sebagai modal utama penguatan pasal pidana. Atas perbuatan menyimpang ini, pihak berwajib membidik terlapor dengan jerat Pasal 337 ayat (1) huruf (b) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan hewan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.(put)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *