SiaranNusantara – Pelaksanaan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas di wilayah Sumatra Selatan kini menjadi sorotan tajam lembaga legislatif daerah. Momentum tahunan ini dinilai sangat krusial karena menjadi penentu masa depan bagi ribuan generasi muda yang ingin mendapatkan hak pendidikan layak. Guna memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, pengawasan ketat terhadap jalannya penyaringan siswa harus diperkuat sejak awal.
Kamu tentu tidak ingin melihat perjuangan keras anak-anak dalam belajar di sekolah asal mendadak sirna begitu saja hanya karena adanya praktik kecurangan yang tidak sehat. Rasa cemas dan bingung yang kerap melanda para orang tua murid saat menghadapi kerumitan sistem pendaftaran sudah semestinya diringankan dengan kepastian keterbukaan informasi.
Oleh karena itu, tata kelola yang bersih, akuntabel, dan bebas dari diskriminasi mutlak diterapkan oleh seluruh jajaran panitia di setiap satuan pendidikan. Integritas dunia pendidikan di Bumi Sriwijaya taruhannya jika celah-celah maladministrasi masih dibiarkan tumbuh subur di musim penerimaan siswa baru ini.
Kesiapan Sistem Online Harus Memudahkan Orang Tua Wali Murid
Langkah antisipatif demi menjaga kelancaran proses ini disuarakan secara tegas oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, M Ilyas Panji Alam, S.E, S.H, M.M, M.H., pada Selasa (02/06/2026). Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel beserta panitia pelaksana di tiap sekolah bergerak cepat mempersiapkan segala infrastruktur seleksi. Seluruh jalur pendaftaran, baik yang menggunakan skema daring (online) maupun skema lainnya, wajib dipastikan berjalan lancar tanpa kenda.la teknis yang membingungkan.
Persiapan yang matang dari pihak panitia di lapangan dinilai sebagai kunci utama agar dinamika musim penerimaan sekolah tidak berubah menjadi beban baru bagi wali murid. Pelayanan publik yang prima dan transparan harus dikedepankan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas lembaga pendidikan negeri.
Selain menuntut kesiapan dari pihak regulator, legislator PDI Perjuangan ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas kondisi di lingkungan sekitar. Orang tua, guru, hingga pengamat pendidikan diharapkan mampu menyikapi setiap perkembangan dengan kepala dingin agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang belum jelas kebenarannya.
Pintu M Ilyas Panji Alam DPRD Sumsel Terbuka Lebar Jadi Posko Aduan Warga
Di sisi lain, fungsi pengawasan melekat yang dimiliki oleh jajaran legislatif akan dikerahkan secara penuh dari awal hingga akhir pelaksanaan seleksi. Langkah konkret ini diambil demi menutup rapat ruang gerak oknum-oknum yang berniat mencari keuntungan pribadi lewat jalur belakang. Pintu kantor dewan kini dibuka lebar-lebar bagi siapa saja warga Sumatra Selatan yang mengendus adanya kejanggalan di lapangan.
Secara terbuka, M Ilyas Panji Alam DPRD Sumsel menegaskan bahwa pihaknya siap menampung setiap laporan terkait indikasi pungutan liar, ketidakadilan, maupun praktik intimidasi dalam proses PPDB. Masyarakat diminta untuk tidak ragu atau takut bersuara demi menegakkan kebenaran hak dasar anak-anak mereka.
Setiap aduan yang masuk dipastikan akan langsung ditindaklanjuti secara serius dengan melibatkan komisi terkait guna mencari jalan keluar yang paling adil. Dengan adanya komitmen pengawasan yang ketat ini, tahun ajaran baru di Sumatra Selatan diharapkan dapat dimulai dengan iklim pendidikan yang sehat, bersih, dan berorientasi penuh pada prestasi anak bangsa.(put)











