Siarannusantara— Kementerian Haji mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga stamina menjelang puncak ibadah Armuzna yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Kondisi fisik yang prima dinilai menjadi kunci agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar di tengah suhu ekstrem di Tanah Suci.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, meminta jemaah mulai mengatur aktivitas secara bijak dan tidak memaksakan diri melakukan kegiatan fisik yang tidak mendesak.
“Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak. Energi harus dijaga agar tetap prima saat puncak Armuzna,” kata Maria di Jakarta.
Menurutnya, stamina yang terjaga akan membantu jemaah menjalankan ibadah secara optimal sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama fase paling padat dalam pelaksanaan haji.
Saat ini, operasional penyelenggaraan ibadah haji telah memasuki hari ke-24 dan berjalan relatif lancar. Sebanyak 395 kloter dengan total 152.724 jemaah serta 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 kloter yang membawa 136.422 jemaah sudah tiba secara bertahap di Kota Makkah. Sebanyak 1.412 petugas turut mendampingi dan memberikan layanan kepada jemaah selama proses kedatangan.
Sementara itu, kedatangan gelombang kedua melalui Bandara Jeddah tercatat mencapai 120 kloter. Total 45.914 jemaah bersama 481 petugas kini telah berada di Tanah Suci.
Selain jemaah reguler, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga telah tiba dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan penyelenggara.
Maria menambahkan, kesiapan layanan Armuzna terus dimatangkan oleh PPIH Arab Saudi. Salah satunya melalui penyelesaian fasilitas di Arafah yang kini telah mencapai sekitar 90 persen.
“Kesiapan tenda di Arafah saat ini mencapai sekitar 90 persen,” ujarnya.
PPIH juga terus melakukan peninjauan terhadap layanan bus Masyair guna memastikan mobilitas jemaah tetap lancar selama fase puncak haji. Berbagai langkah mitigasi kepadatan telah disiapkan di jalur Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kemenhaj pun kembali mengingatkan jemaah agar mengurangi aktivitas di luar hotel saat suhu udara sedang tinggi. Jemaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari kelelahan dan dehidrasi. (der)











