ADVERTISEMENT

213 Ribu Orang Serbu LRT Sumsel Saat Lebaran 2026, Warung Pempek dan UMKM Stasiun Ikut “Panen Cuan”

Sabtu, 28 Maret 2026
Suasana peron Stasiun LRT Sumsel yang bersih dengan satu unit kereta LRT sedang berhenti di jalur, menampilkan struktur atap melengkung hijau ikonik.

SiaranNusantara – Lintas Raya Terpadu (LRT) Sumatera Selatan benar-benar menjadi bintang selama masa angkutan Lebaran 2026. Tercatat, ratusan ribu warga dan pemudik mengandalkan moda transportasi modern ini untuk mobilitas di Kota Palembang.

Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang, jumlah penumpang LRT Sumsel Lebaran 2026 menembus angka fantastis, yakni 213.150 orang. Angka ini terakumulasi selama 14 hari masa posko, mulai dari 13 hingga 26 Maret 2026.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan bahwa rata-rata harian penumpang mencapai 15.225 orang. Puncaknya terjadi pada arus balik H+2 Lebaran dengan lebih dari 27 ribu penumpang dalam sehari.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Tembus Jalan Tanah Naik Motor, Herman Deru Dorong Percepatan Tanam di Cetak Sawah Sungai Dua Banyuasin

“Capaian ini menjadi bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan. Penambahan frekuensi perjalanan dari 94 menjadi 102 per hari terbukti efektif mengakomodasi lonjakan pengguna,” ujar Aida, pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2026 yang dikutip dari liputan6.com.

Berkah Lebaran untuk UMKM Palembang

Menariknya, lonjakan drastis pengguna LRT ini tidak hanya memperlancar arus mudik dan balik. Kehadiran ratusan ribu penumpang ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi perekonomian lokal, khususnya para pelaku UMKM.

Strategi KAI menyediakan ruang usaha (tenant) di stasiun-stasiun strategis seperti Stasiun Ampera, Asrama Haji, dan Bumi Sriwijaya membuahkan hasil manis. Para pedagang kerajinan hingga makanan khas seperti pempek ikut “panen cuan” dari para penumpang yang berlalu-lalang.

Tak hanya di dalam stasiun, dampak ekonomi juga terasa di pusat-pusat perbelanjaan rakyat. Stasiun Ampera, misalnya, menjadi gerbang utama warga menuju Pasar 16 Ilir dan Benteng Kuto Besak.

β€œKarena stasiun melewati pusat perekonomian, mobilitas warga untuk berbelanja atau berwisata jadi lebih mudah. Ini sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi warga,” tambah Aida.

Kombinasi transportasi andal dengan ketepatan waktu 100 persen serta pemberdayaan ekonomi lokal membuat LRT Sumsel semakin dicintai warga sebagai urat nadi transportasi Palembang.(put)

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *