Arsitek Kejayaan Garuda Futsal Tetap Bertahan, Hector Souto Aman Sampai 2028

Siarannusantara — Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar menegaskan bahwa posisi Hector Souto sebagai pelatih kepala Tim Nasional Futsal Indonesia berada dalam kondisi sepenuhnya aman. Pelatih asal Spanyol tersebut bahkan telah resmi mengantongi perpanjangan kontrak hingga tahun 2028, termasuk untuk memimpin Indonesia di ajang Piala Dunia Futsal 2028.

Nama Hector Souto belakangan menjadi sorotan publik setelah sukses mengukir prestasi bersejarah bersama skuad Merah Putih. Di bawah kepemimpinannya, Timnas Futsal Indonesia menunjukkan performa luar biasa sepanjang 2025 hingga awal 2026, menandai era kebangkitan futsal nasional.

Puncak pencapaian tersebut hadir pada SEA Games 2025, ketika Indonesia sukses merebut medali emas pada Desember lalu. Gelar itu menjadi tonggak penting sekaligus pembuktian nyata kualitas Timnas Futsal Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Tak berhenti sampai di situ, Hector Souto kembali mencatat sejarah dengan membawa Indonesia melaju hingga final Piala Asia Futsal 2026 dan finis sebagai runner-up capaian terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia di turnamen tersebut. Sebelumnya, prestasi tertinggi Indonesia di Piala Asia Futsal hanya mentok di babak perempat final pada edisi Kuwait 2022. Namun kali ini, Garuda bahkan nyaris menumbangkan raksasa Asia, Iran, di partai puncak.

Pada laga final yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti dengan skor 5-5 (4-5), setelah duel sengit sepanjang waktu normal.

Seiring capaian impresif tersebut, masa depan Hector Souto pun menjadi perbincangan hangat. Banyak suporter berharap federasi tidak mengulang kesalahan masa lalu dengan melepas pelatih yang tengah membangun fondasi kuat tim nasional.

Harapan publik itu akhirnya terjawab. Michael Sianipar memastikan bahwa FFI telah lebih dulu mengamankan jasa Hector Souto dengan kontrak jangka panjang.

“Kontraknya sudah kami perpanjang sampai 2028, sampai Piala Dunia,” ujar Michael kepada awak media di Indonesia Arena, Jakarta.

Michael menegaskan bahwa meski evaluasi tetap menjadi bagian dari sistem federasi, FFI sangat puas dengan performa dan progres Timnas Futsal Indonesia di bawah arahan Hector Souto.

Menurutnya, pencapaian Samuel Eko dan rekan-rekan sejauh ini layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya.

“Kami sangat mengapresiasi. Di federasi futsal, kami tidak pernah menetapkan target spesifik. Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dari pertandingan ke pertandingan,” ungkap Michael.

Ia menambahkan bahwa keinginan untuk meraih gelar juara tentu selalu ada, namun hasil akhir kerap dipengaruhi banyak faktor di luar kendali tim.

“Kalau bicara hari ini, tentu semua berharap juara. Tapi apa pun hasilnya, performa Timnas Futsal Indonesia sudah sangat baik dan patut dibanggakan,” tegasnya.

Keputusan FFI mempertahankan Hector Souto juga tak lepas dari kekhawatiran sebagian suporter yang tak ingin kejadian serupa di sepak bola nasional terulang.

Publik masih mengingat ketika Shin Tae-yong dilepas meski dinilai membawa perkembangan positif bagi Timnas Indonesia. PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert, namun hasilnya belum sesuai ekspektasi setelah gagal mengantar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Belajar dari pengalaman tersebut, FFI memilih bersikap tegas dan konsisten. Hector Souto tetap dipercaya untuk melanjutkan proyek jangka panjang Timnas Futsal Indonesia demi menjaga momentum prestasi yang tengah dibangun.

(der)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *