Gairahkan Ekonomi Daerah, Herman Deru Dorong 52 Merek Franchise Ekspansi ke Seluruh Pelosok Sumsel

SiaranNusantara – Peluang menjadi bos di negeri sendiri kini terbuka lebar bagi masyarakat Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, secara resmi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui sistem bisnis franchise yang dinilai lebih sistematis dan terarah bagi pemula.

Menerima audiensi jajaran Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) di Ruang Tamu Gubernur, Kamis (16/4), Herman Deru melihat potensi besar dalam rencana kegiatan International Franchise, Business and Concept (IFBC) Tahun 2026. Ia menilai sistem waralaba adalah jawaban bagi warga yang ingin punya usaha mandiri tanpa harus pusing membangun sistem dari awal.

“Sistem franchise ini bisa dimiliki siapa saja, tinggal bagaimana kita jeli mencari pasar yang tepat,” ungkap Herman Deru. Ia menekankan bahwa kehadiran bisnis modern ini harus membawa dampak nyata, terutama dalam menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan edukasi cara berbisnis yang profesional.

Bisnis Waralaba Tak Boleh Hanya di Palembang

Menariknya, Gubernur Herman Deru memberikan instruksi khusus agar peluang emas ini tidak hanya menumpuk di pusat kota. Ia mendorong para pemegang merek untuk mulai melirik kabupaten dan kota lain di seluruh wilayah Sumatera Selatan sebagai lokasi ekspansi berikutnya.

Menurutnya, pemerataan lokasi bisnis akan memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah. “Ini bisa menjadi penggagas tumbuhnya usaha baru sekaligus mengikuti tren bisnis modern yang lebih terarah ke seluruh pelosok Sumsel,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Bawa 52 Merek Unggulan ke Bumi Sriwijaya

Commissioner of International & Government AFI, Veronica Linda, mengungkapkan bahwa pameran IFBC mendatang akan memboyong sedikitnya 52 merek franchise ternama. Merek-merek ini siap diperkenalkan langsung kepada masyarakat dan calon investor lokal di Sumatera Selatan.

Veronica menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar pameran dagang biasa. IFBC dirancang sebagai ruang strategis untuk menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya melalui skema kemitraan yang transparan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel, Amiruddin. Sinergi antara pemerintah daerah dan asosiasi bisnis ini diharapkan menjadi katalisator bagi warga Sumsel untuk naik kelas menjadi pengusaha yang mandiri dan berdaya saing global.(put)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *