SiaranNusantara – Kabar gembira bagi warga Musi Banyuasin (Muba) yang sering mengeluhkan kemacetan akibat angkutan batubara. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan jalan khusus hauling milik PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) di Muba, Rabu (15/4), sebagai langkah nyata mengakhiri konflik di jalan umum.
Proyek strategis sepanjang ±10,46 kilometer dengan lebar 15 meter ini akan melintasi Kecamatan Tungkal Jaya hingga Bayung Lencir. Kehadiran jalan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas jeritan rakyat kecil yang selama ini terdampak langsung oleh aktivitas angkutan emas hitam di jalan lintas.
Herman Deru mengenang cerita pilu seorang tukang sayur yang menangis karena dagangannya membusuk akibat terjebak macet truk batubara. “Penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara sangat berdampak bagi rakyat kecil, dan jalan khusus inilah solusi konkret yang kita wujudkan hari ini,” tegas Gubernur.
Hemat Anggaran Daerah Rp400 Miliar Per Tahun
Selain dampak sosial, pembangunan Jalan Khusus Batubara PT BSPC ini diprediksi akan menyelamatkan keuangan daerah secara signifikan. Selama ini, Pemerintah Provinsi harus merogoh kocek hingga Rp400 miliar per tahun hanya untuk memperbaiki jalan umum yang hancur akibat beban angkutan batubara yang berlebih.
Dengan adanya jalan hauling khusus ini, beban jalan umum akan berkurang drastis sehingga anggaran pemeliharaan bisa dialihkan untuk kepentingan rakyat lainnya. Herman Deru pun meminta agar seluruh armada angkutan nantinya wajib menggunakan plat nomor daerah setempat (BG) agar berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Prioritas Tenaga Kerja Lokal Musi Banyuasin
Pemerintah juga menitipkan pesan tegas kepada manajemen PT BSPC untuk memprioritaskan putra daerah dalam operasionalnya. Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, mengapresiasi langkah perusahaan yang mulai membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat di sekitar Desa Mangsang.
Direksi PT BSPC, Dypo Fitra, menyatakan optimismenya bahwa kolaborasi ini akan membawa kemajuan ekonomi bagi Muba. Selain jalan khusus, Pemprov Sumsel juga terus menggenjot progres Pelabuhan Tanjung Carat sebagai gerbang ekspor utama agar distribusi logistik dari Sumsel semakin efisien dan mendunia.
Langkah groundbreaking ini diharapkan menjadi pemicu bagi perusahaan tambang lainnya untuk segera mengikuti jejak membangun jalan khusus. Komitmen ini menjadi bagian penting dari visi pembangunan yang berkeadilan, di mana industri tetap berjalan tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan hak masyarakat pengguna jalan.(put)










